Pemain Sepak Bola PORA Aceh Besar Diingatkan Jauhi Tarkam dan Begadang, Pelatih Dapat Ucapan Ultah

Ketua Tim Sepak Bola Pra PORA Aceh Besar, Mariadi ST MM (ketiga dari kanan) didamping pelatih kiper Rahmanuddin, Manajer Wahyu 'Al Yunirun', asisten pelatih M Hidayat dan pelatih Mukhlis Nakata di Lapangan PS Lubuk, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa (13/5/2025) pagi. FOTO/MUHAMMAD NUR

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Seluruh pemain sepak bola Pra PORA Aceh Besar diminta untuk menghindari ikut laga antar kampung (Tarkam) yang sedang marak berlangsung saat ini.

Pemain juga diminta untuk tidak begadang malam atau tidur sampai larut malam jelang latihan atau laga resmi nantinya, sehingga fisik tetap terjaga saat melakukan latihan atau juga tanding.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Tim Sepak Bola Pra PORA Aceh Besar, Mariadi ST MM di depan pemain seusai melakukan latihan di Lapangan PS Lubuk, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa (13/5/2025) pagi.

Dia mengatakan sudah ada tim yang akan terus memantau para pemain sepak bola ini yang berselancar di media sosial (Medsos), baik Instagram, TikTok atau juga medsos lainnya pada malam hari.

Plt Ketua Umum PSAB Aceh Besar ini juga menegaskan para pemain ini yang sudah masuk semi-profesional harus bisa mendisiplinkan diri dalam beraktivitas di luar latihan, seperti tidak bepergian jauh keluar kota.

Dikatakan, selama seleksi pemain sepak bola Pra PORA Aceh Besar yang berjumlah 511 orang dan 30 yang lolos dipastikan ada yang tidak senang tidak lolos seleksi.

“Makanya, saya melarang pemain sepak bola ini untuk bermain di laga tarkam, karena bisa saja terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, seperti cedera serius, sehingga tidak bisa bermain bola dalam waktu lama,” jelasnya.

Dia juga mengulas tentang masa depan pemain ini, yang bisa menjadi skuat PSAB U-17 atau juga kelompok senior, bahkan bisa menjadi bagian dari tim Persiraja junior, termasuk mendapat lirikan dari klub Liga 3, Liga 2 bahkan Liga 1 Indonesia.

“Kalian akan memiliki nilai tawar yang tinggi jika mampu menembus klub profesional, seperti Persiraja,” tambahnya. Jadi, katanya, jangan coba-coba mendekati klub tarkam, walaupun mendapat tawaran menggiurkan.

Mariadi menyatakan fisik pemain harus tetap dijaga dan disiplin diri harus ditegakkan, sehingga akan mendapat hasil maksimal. “Sepak bola bukan hanya taktik, tetapi juga fisik harus benar-benar baik,” ujarnya.

Para pemain bersama Ketua Tim Sepak Bola PORA Aceh Besar, Mariadi ST MM, Manajer Wahyu ‘Al Yunirun’, asisten pelatih M Hidayat, pelatih kiper Rahmanuddin menyanyikan lagu ulang tahun untuk pelatih Mukhlis Nakata (paling kanan) di Lapangan PS Lubuk, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa (13/5/2025) pagi. FOTO/MUHAMMAD NUR

Dia mencontohkan, saat tim PSAB senior berlaga di fase grup melawan tim Papua, terlihat ketimpangan yang jelas dari fisik. “Pemain kita hanya mampu bermain baik selama 20 menit karena tidur larut malam, setelah itu seperti orang kelelahan,” ungkapnya dan hasilnya kalah.

Hal ini, katanya, tidak boleh terulang pada pemain sepak bola Pra PORA yang masih muda ini, fisik harus tetap kuat, karena menjadi salah satu faktor penentu kemenangan dalam sebuah laga resmi nantinya.

Sebelumnya, pelatih Mukhlis Nakata juga memberi peringatan kepada pemain untuk tidak begadang malam, karena bisa mempengaruhi fisik saat latihan. Dia mencontohkan, dalam show game sehari sebelumnya, seorang pemain tampak ngos-ngosan di lapangan.

“Ini tidak dibohongi, pasti dia tidur larut malam, sehingga tidak mampu berlari saat mendapat operan bola dari rekannya. Bahkan, harus tarik nafas dulu untuk bermain lagi,” ujarnya.

Nakata menegaskan kedisiplinan pemain harus bisa diatur sendiri, sehingga fisik tetap terjaga. Dia menegaskan tidak mau melihat hal itu terulang lagi, karena bisa mempengaruhi pemain lainnya.

Seusai arahan, ketua tim, manajer bersama pemain, pelatih kiper dan asisten menyanyikan lagu ulang tahun untuk Mukhlis Nakata yang merayakan ulang tahun ke-37.

Pria kelahiran Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar pada 12 Mei 1988 ini dikenal dengan panggilan ‘Kapten’ karena sempat menjadi kapten Persiraja sejak 2016 sampai dirinya pensiun.

Seusai ucapan ulang tahun, ditutup dengan doa dan bersalam-salaman. Selanjutnya, para pemain mengganti baju untuk pulang ke rumah masing-masing dengan mengendarai sepeda motor, ada yang sendiri maupun berboncengan.(Muh)