Relawan Satgas Gabungan Pulihkan Instalasi Farmasi Aceh Tamiang Pascabanjir Bandang

Satgas Gabungan Melakukan pemulihan instalasi Farmasi di Aceh Tamiang, Sabtu (10/1/2026).FOTO/ ABDUL HADI

Kabarnanggroe.com, Kualasimpang — Relawan Satuan Tugas (Satgas) Gabungan melakukan pemulihan Instalasi Farmasi Kabupaten Aceh Tamiang pascabanjir bandang. Kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari dan berakhir pada Sabtu (10/1/2026).

Satgas Gabungan ini terdiri dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banda Aceh, BKK Kelas II Kota Sabang, Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Kota Banda Aceh, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh, serta organisasi profesi Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI).

Kegiatan pemulihan difokuskan pada pembersihan dan penataan ulang Instalasi Farmasi sebagai upaya percepatan pemulihan layanan kefarmasian di daerah terdampak bencana. Tim relawan melakukan penyusunan dan pengelompokan obat-obatan, khususnya sediaan cair, serta menyisihkan obat yang terendam banjir guna mencegah risiko penggunaan obat yang tidak aman.

Sebagian besar obat sediaan cair berhasil dikelompokkan secara terpisah dan diberi penandaan khusus. Seluruh cairan infus yang sebelumnya tersimpan di rak bagian atas juga diturunkan dan disisihkan karena terdampak sisa genangan banjir. Selain itu, obat sediaan padat dan alat kesehatan (alkes) dipisahkan berdasarkan jenisnya ke dalam kelompok besar.

Tidak hanya penataan obat, relawan juga mengosongkan dan membersihkan area depan Instalasi Farmasi dari dus obat, Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), pallet, serta material lainnya. Area tersebut dibersihkan dari lumpur dan kotoran sisa banjir untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan tertata.

Selama pelaksanaan kegiatan, tim relawan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang guna menerima arahan dan pembagian tugas. Koordinasi ini dinilai penting agar proses pemulihan berjalan efektif dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Perwakilan BBPOM Aceh, Darwin Syah Putra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam menjamin keamanan serta ketersediaan obat pascabencana.

“Penataan dan pemilahan obat sangat penting untuk memastikan obat yang akan digunakan kembali benar-benar aman dan layak. Melalui kegiatan ini, kami berupaya mendukung pemulihan layanan farmasi agar masyarakat dapat segera memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Satgas Gabungan berharap Instalasi Farmasi Kabupaten Aceh Tamiang dapat segera berfungsi secara optimal dan mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir bandang. Sinergi lintas sektor tersebut juga diharapkan menjadi contoh kolaborasi berkelanjutan dalam penanggulangan bencana dan penguatan sistem pelayanan kesehatan di daerah.(Hadi)