Khamenei Tuduh Donald Trump Seperti Firaun

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. FOTO/REUTERS

Kabarnanggroe.com, Teheran – Pemimpin tertinggi  Iran Ayatollah Ali Khamenei menyamakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Firaun dalam unggahan media sosial, pada Senin (12/1/2026).

Pernyataan itu diungkapkan Khamenei karena kekesalannya dengan AS karena mencoba menunggangi peradangan besar-besaran di Iran yang mencapai 500 orang.

Melansir situs Anadolu Agency , ia menambahkan sebuah gambar Trump sebagai firaun kuno, serta memperingatkan Trump pada akhirnya akan menghadapi nasib yang sama seperti para tiran di masa lalu

Gambar yang dibagikan di akun resmi Khamenei di platform media sosial X milik AS, menampilkan sarkofagus bergaya firaun yang runtuh dengan wajah Trump, disertai keterangan: “Seperti Firaun.”

Dalam pesan berbahasa Persia yang disertai unggahan tersebut, Khamenei menyatakan bahwa para penguasa sombong yang berupaya mendominasi dunia pada akhirnya akan tumbang.

Ia mencontohkan tokoh-tokoh seperti Firaun, Nimrod, Reza Khan, dan Mohammad Reza yang diangkat saat berada di puncak kekuasaan mereka.

“Yang ini juga akan mendarat,” tambahnya.

Unggahan tersebut muncul di tengah ancaman terbaru Trump terhadap kebijakan Iran, termasuk pernyataan yang dikaitkan dengan protes dan gejolak internal di negara itu.

Iran telah mengguncang gelombang protes sejak 28 Desember 2025 di Grand Bazaar Teheran, akibat anjloknya nilai rial Iran dan memburuknya kondisi ekonomi. Demonstrasi kemudian menyebar ke sejumlah kota lain.

Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (Human Rights Activists News Agency/HRANA) yang berbasis di AS, memperkirakan jumlah korban tewas mencapai sedikitnya 544 orang, termasuk aparat keamanan dan pengunjuk rasa, dengan lebih dari 1.000 orang terluka.

HRANA juga melaporkan sedikitnya 10.681 orang telah ditahan dalam aksi protes di 585 lokasi di seluruh negeri, mencakup 186 kota di 31 provinsi.

Sedikitnya 109 anggota aparat keamanan Iran terbunuh dalam sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir, menurut laporan Al Jazeera yang mengutip kantor berita Tasnim.(Muh/*)