Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Ar-Raniry Banda Aceh menyelenggarakan Latihan Kepemimpinan Dasar (LKD) SEMA FUF 2026 selama dua hari, pada 9–10 September 2026.
Mengusung tema “Merawat Nalar, Meneguhkan Integritas, Menggerakkan Perubahan: Membentuk Pemimpin Muda FUF yang Kritis dan Progresif,” kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi para pemangku jabatan organisasi mahasiswa FUF untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, manajemen organisasi, integritas, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan persidangan.
Kegiatan dilaksanakan selama dua hari di dua lokasi berbeda, yakni Aula Rektorat UIN Ar-Raniry pada hari pertama dan Aula Fakultas Ushuluddin dan Filsafat pada hari kedua. Selama pelaksanaan, peserta mengikuti empat sesi utama yang menghadirkan pemateri dari berbagai latar belakang.
LKD dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat. Setelah ceremony pembukaan, sesi pertama menghadirkan Tuanku Muhammad, S.Pd.I., M.Ag., Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, yang membawakan materi “Kepemimpinan, Manajemen, dan Organisasi.”
Sesi kedua pada hari pertama diisi oleh M. Chaizir Balia, S.Ud, M.Ag (Ketua Alumni FUF), dengan materi Stadium General. Sesi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk memperluas wawasan sekaligus mendapatkan perspektif dari pengalaman alumni dalam dunia organisasi dan kehidupan setelah menjadi mahasiswa.
Memasuki hari kedua, sesi pertama diisi oleh Muhammad Agus Farhan, S.Pd., demisioner Ketua Umum HMI Komisariat Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, dengan materi Critical Thinking. Peserta diajak untuk membangun cara berpikir yang kritis, objektif, dan mampu melihat persoalan secara lebih mendalam.
Sementara sesi terakhir menghadirkan Maulana Iqbal, S.Sos., (demisioner ketua umum HMI komisariat Fakultas Ushuluddin dan Filsafat) yang menyampaikan materi Teknik Persidangan. Materi ini menjadi bekal bagi peserta untuk memahami mekanisme, tata tertib, serta praktik persidangan dalam menjalankan kehidupan organisasi mahasiswa.
Ketua Umum SEMA FUF, Nabil Mubarak, mengatakan bahwa LKD diharapkan tidak berhenti pada pembentukan kemampuan memimpin organisasi, tetapi juga membentuk pribadi yang mampu memimpin dirinya sendiri.
“Harapan saya, setelah LKD ini kita tidak hanya belajar menjadi pemimpin, tapi juga menjadi manusia yang bisa memimpin dirinya sendiri. Karena pada akhirnya, seorang pemimpin bukan dilihat dari seberapa lama dia memegang jabatan, tetapi seberapa banyak dan seberapa besar manfaat yang mampu dia berikan setelah jabatannya selesai,” ujar Nabil.
Menurutnya, kepemimpinan tidak seharusnya hanya dipahami sebagai jabatan dan posisi, melainkan sebagai tanggung jawab untuk menghadirkan manfaat dan perubahan.
Ketua Panitia LKD SEMA FUF 2026, M. Hani Shafiyyurrahman, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wadah bagi para pemangku jabatan untuk meningkatkan kapasitas sebelum menjalankan amanah organisasi.
> “Ini adalah wadah buat kita selaku pemangku jabatan untuk belajar, berdiskusi, dan meningkatkan kapasitas. Karena jabatan bukan hanya tentang posisi, tetapi juga tentang tanggung jawab dan bagaimana kita mampu memberikan kontribusi bagi organisasi,” ungkap Hani.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penetapan dua peserta terbaik, yakni Dieni Maulana dari Program Studi Akidah dan Filsafat Islam serta Fijal Fandika dari Program Studi Studi Agama-Agama.
Melalui LKD SEMA FUF 2026, SEMA FUF berharap proses kaderisasi tidak hanya melahirkan pemimpin yang mampu menjalankan organisasi, tetapi juga generasi muda FUF yang memiliki nalar kritis, integritas, keberanian untuk bergerak, serta komitmen menghadirkan perubahan.(*)
