Daerah  

Mahasiswa Aceh Tenggara Tuntut Pembangunan Asrama

Ia menyebutkan, aksi unjuk rasa dengan tuntutan yang sama sudah pernah dilakukan sejak beberapa tahun lalu oleh seniornya, namun sampai saat ini pembangunan asrama putri dan rehab asrama putra juga belum dilakukan. Bahkan beberapa pejabat yang ditemui saat aksi unjuk rasa berlangsung mengatakan, akan diusulkan anggaran untuk pembangunan tersebut dalam APBA perubahan dalam tahun ini. “Sejak dilakukan aksi unjuk rasa dari dulu, jawaban pejabat yang kita temui selalu mengatakan seperti itu. Yang kita butuh saat ini bangunan asrama bukan hanya sekedar janji ataupun sekedar kata-kata,” jelas Sabaruddin. Selain itu, Korlap aksi unjuk rasa tersebut menuturkan, mahasiswa Aceh Tenggara butuh kebijakan pemerintah dalam mensejahterakan mahasiswa dengan memberikan beasiswa. “Berikan kesejahteraan bagi mahasiswa dengan memberikan beasiswa,” katanya Kemudian, Sabaruddin berharap kebijakan dan perhatian anggota dewan serta pemerintah kabupaten juga terus diberikan terhadap mahasiswa yang merupakan generasi penerus dalam menjalankan roda pemerintahan nantinya. “Kedepannya, jika kehidupan mahasiswa saat ini tidak diperhatikan, dikhawatirkan terjadinya legasi ketidak perhatiannya dimasa mahasiswa akan menjabat dalam pemerintahan,” pungkasnya.(Wahyu Desmi)

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Mahasiswa asal Aceh Tenggara melakukan unjuk rasa di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, dalam tuntutannya para mahasiswa tersebut meminta Anggota DPRA Daerah Pemilihan (Dapil) delapan, membangun asrama putri serta merehab bangunan asrama putra.

Aksi unjuk rasa tersebut turut diwarnai dengan aksi membakar ban, yang dilakukan oleh peserta unjuk rasa yang berjumlah 25 orang. Sabaruddin selaku Korlap dalam aksi tersebut mengatakan, mahasiswa asal Aceh Tenggara sangat membutuhkan perhatian pemerintah, baik itu anggota DPRA Dapil delapan maupun pejabat pemerintahan di Kabupaten Aceh Tenggara.

“Kami mahasiswa Aceh Tenggara yang tinggal di Banda Aceh, sangat membutuhkan perhati dari anggota dewan dan pejabat di Kabupaten Aceh Tenggara,” ucapnya, di depan kantor DPRA, Kota Banda Aceh, Senin (11/6/2023).

Ia menyebutkan, aksi unjuk rasa dengan tuntutan yang sama sudah pernah dilakukan sejak beberapa tahun lalu oleh seniornya, namun sampai saat ini pembangunan asrama putri dan rehab asrama putra juga belum dilakukan. Bahkan beberapa pejabat yang ditemui saat aksi unjuk rasa berlangsung mengatakan, akan diusulkan anggaran untuk pembangunan tersebut dalam APBA perubahan dalam tahun ini.

“Sejak dilakukan aksi unjuk rasa dari dulu, jawaban pejabat yang kita temui selalu mengatakan seperti itu. Yang kita butuh saat ini bangunan asrama bukan hanya sekedar janji ataupun sekedar kata-kata,” jelas Sabaruddin.

Selain itu, Korlap aksi unjuk rasa tersebut menuturkan, mahasiswa Aceh Tenggara butuh kebijakan pemerintah dalam mensejahterakan mahasiswa dengan memberikan beasiswa. “Berikan kesejahteraan bagi mahasiswa dengan memberikan beasiswa,” katanya

Kemudian, Sabaruddin berharap kebijakan dan perhatian anggota dewan serta pemerintah kabupaten juga terus diberikan terhadap mahasiswa yang merupakan generasi penerus dalam menjalankan roda pemerintahan nantinya.

“Kedepannya, jika kehidupan mahasiswa saat ini tidak diperhatikan, dikhawatirkan terjadinya legasi ketidak perhatiannya dimasa mahasiswa akan menjabat dalam pemerintahan,” pungkasnya.(WD)