Kabarnanggroe.com, Aceh Timur — Ratusan warga memadati kegiatan haul ke-3 Abah Ramli Perlak yang dirangkai dengan peringatan milad ke-17 Dayah Tautiatul Abrar.
Kegiatan tersebut menjadi momentum mengenang keteladanan ulama sekaligus memperkuat silaturahmi dan kecintaan masyarakat terhadap pendidikan Islam. Sabtu (10/10/2026).
Peringatan haul ini bukan sekadar tradisi tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenang sosok Abah Ramli Perlak, mendoakan almarhum, serta meneladani nilai-nilai keagamaan yang diwariskannya.
Peringatan haul ini bukan sekadar tradisi tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenang sosok Abah Ramli Perlak, mendoakan almarhum, serta meneladani nilai-nilai keagamaan yang diwariskannya.
Antusiasme ratusan warga yang hadir mencerminkan kuatnya ikatan masyarakat dengan tradisi keulamaan di Aceh.
Di tengah perubahan zaman, penghormatan terhadap ulama tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Momentum tersebut semakin bermakna karena bertepatan dengan milad ke-17 Dayah Tautiatul Abrar.
Selama perjalanan lembaga pendidikan Islam ini, keberadaan dayah menjadi bagian penting dalam pembinaan akhlak, penguatan pemahaman agama, serta pembentukan karakter generasi muda.
Dayah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga berperan menjaga tradisi keilmuan Islam dan nilai-nilai moral yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Aceh.
Rangkaian haul dan milad ini sekaligus menjadi pengingat bahwa warisan seorang ulama tidak berhenti pada kenangan.
Keteladanan, ilmu, dan nilai-nilai kebaikan yang ditinggalkan perlu terus dihidupkan melalui pendidikan, pengabdian, serta kehidupan bermasyarakat.
Dengan bertambahnya usia Dayah Tautiatul Abrar menjadi 17 tahun, harapan terhadap keberlanjutan pendidikan Islam juga semakin besar.
Dukungan masyarakat dan berbagai pihak diperlukan agar dayah terus berkembang serta mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
Haul ke-3 Abah Ramli Perlak dan milad ke-17 Dayah Tautiatul Abrar pun menjadi dua momentum yang saling menguatkan: mengenang jasa ulama sekaligus merawat keberlangsungan pendidikan Islam bagi generasi mendatang.(Muh/*)
