Kaabrnanggroe.com, Blangkejeren – Lima kepala keluarga terdampak banjir di Desa Ulun Tanoh, Kecamatan Kuta Panjang, Kabupaten Gayo Lues.
Sementara itu, debit sungai tidak lagi menunjukkan kenaikan dan tidak ada luapan baru ke permukiman.
Berdasarkan laporan pembaruan Pusdalops PB BPBD Gayo Lues, Sabtu (10/10/2026), dampak banjir di Desa Ulun Tanoh meliputi rumah dan lahan persawahan warga.
Satu keluarga dilaporkan mengalami kerugian pada rumah dan sawah, sedangkan empat keluarga lainnya terdampak pada persawahan.
Genangan air dan lumpur di lahan pertanian tersebut berpotensi merusak tanaman padi.
Namun, laporan belum mencantumkan luas lahan terdampak maupun nilai kerugian.
Dalam pemantauan terbaru, arus sungai masih berkekuatan sedang hingga kuat.
Meski demikian, debit air tidak lagi menunjukkan kenaikan dan material sampah hanyutan dilaporkan mengalir lancar.
Cuaca di wilayah terdampak dan kawasan hulu terpantau berawan, dengan hujan lokal berintensitas ringan.
BPBD juga melaporkan tidak ada luapan baru yang memasuki kawasan permukiman.
Sementara itu, laporan pembaruan masih menyebut Jembatan Kendawi tidak dapat dilalui.
Jalur nasional lintas Blangkejeren–Takengon ditutup sementara bagi seluruh jenis kendaraan.
Pusdalops PB dan Tim Reaksi Cepat BPBD Gayo Lues terus memantau kondisi serta bersiaga selama 24 jam.
Warga di bantaran sungai dan wilayah rawan genangan diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan.
Laporan pembaruan tersebut menyatakan tidak ada korban jiwa. Informasi lanjutan mengenai kondisi dan penanganan bencana akan disampaikan secara berkala oleh Pusdalops PB BPBD Kabupaten Gayo Lues.(Muh/*)
