Mahasiswa UGM KKN di Pulo Aceh, Pemerintah Harus Bersinergi Dengan Masyarakat Kembangkan Pariwisata

Mahasiswa KKN dari UGM Muhammad Badri Nizami dan Nur Fauzan dan lainnya bersama Camat Pulo Aceh saat bersama para siswa Pulo Aceh, Aceh Besar, beberapa waktu laliu. FOTO/ DJ88

Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Mahasiswa dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN di Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar melihat banyak sekali potensi wisata yang bisa dikembangkan, apalagi Pulo Aceh merupakan salah satu wilayah yang Terpencil, Terdepan dan Tertinggal (3T) di Indonesia.

“Saya sudah berada disini kurang lebih 50 hari sebagai Mahasiswa KKN dari UGM, banyak sekali potensi wisata yang bisa dikembangkan di Pulo Aceh, maka potensi yang ada disini masih butuh pengembangan untuk kedepannya,” kata Muhammad Badri Nizami salah satu Mahasiswa KKN dari UGM di Pulo Aceh, Aceh Besar, Jumat (11/08/2023)

0leh karena itu, Muhammad Badri Nizami mahasiswa asal Jawa Tengah itu, mengatakan bahwa tidak bisa potensi yang sangat bagus ini, tapi tidak dikembangkan dan dibiarkan begitu saja, itu tidak boleh.

Menurutnya, untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di Pulo Aceh ini, sangat dibutuhkan sinergi antara Pemerintah dengan masyarakat, khususnya masyarakat Pulo Aceh.

“Emang sangat perlu dukungan dari pemerintah dalam hal melakukan pengembangan potensi wisata yang ada di Pulo Aceh,” ujarnya

Ia menyebutkan, apalagi dalam waktu dekat ini, Gampong Deudap Kecamatan Pulo Aceh sedang mengajukan untuk maju sebagai salah satu peserta Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Dan ini, juga butuh sinergi antara pemerintah dengan masyarakat,” sebutnya

Kemudian lanjut Badri Nizami, memang konsep membangun pariwisata sekarang lebih berbasis sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan. Jadi yang pertama kali yang harus dibangun adalah Sumber Daya Manusia (SDM).

“Itu butuh beberapa pelatihan dan pengembangan SDM, supaya pengembangan wisatanya lebih mudah. Artinya, dengan SDM yang mumpuni di sektor ini akan lebih mudah dan mengarah untuk pengembangan wisata. Di sini pemerintah harus hadir,” tuturnya

Selain itu, Pemerintah juga harus mendukung secara materil, karena tempat wisata yang ada di Pulo Aceh masih keterbatasan dan kekurangan dari segi fasilitasnya. “Contohnya, ditempat wisata itu yang paling utama, yang harus disediakan adalah kamar mandi, itu lah peran pemerintah untuk mengembangkan pariwisata,” ungkapnya

Senada dengan Muhammad Badri Nizami, Mahasiswa KKN dari UGM Nur Fauzan dari Fakultas Teknik UGM, berharap, sebagai warga Indonesia, kami sangat berharap kepada Pemerintah pusat dan daerah, supaya dapat memberikan bantuan dan dukungan dalam membangun pariwisata yang ada di Pulo Aceh.

“Karena, yang sudah kami lihat potensi wisata disini sangat luar biasa bila dikembangkan, tujuannya pengembangannya wisata kan untuk bisa mendongkrak perekonomian masyarakat, karena yang kami lihat, potensi wisata disini bisa memikat wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk mengunjungi ke Pulo Aceh ini,” demikian Fauzan.(Dj)

Editor: Cek Man