Kabarnanggroe.com, Jakarta — Pemilu yang diikuti oleh Warga Negara Indonesia (WNI) di Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) 001 Dhaka, Bangladesh, pada Jumat (9/2), berjalan dengan lancar dan transparan. Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Dhaka mencatat partisipasi yang baik dari pemilih dengan total 156 Daftar Pemilih Tetap Luar Negeri (DPTLN) yang memenuhi syarat memberikan suara langsung di TPS 001 Dhaka, yang berlokasi di lobi KBRI Dhaka.
“Di TPS 001 Dhaka, para WNI yang termasuk dalam DPTLN antusias untuk hadir lebih awal untuk memilih. Hingga siang hari hingga pukul 13.00 waktu setempat, sekitar 75 persen pemilih tetap telah memberikan hak suaranya,” kata Ketua PPLN Dhaka, Riky Sofyan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu.
Selain pemilih tetap, TPS juga menerima pemilih tambahan luar negeri (DPTb-LN) dan daftar pemilih khusus luar negeri (DPK-LN). Dalam waktu pemungutan suara 10 jam, TPS 001 Dhaka telah menampung 123 pemilih tetap, 38 pemilih tambahan, dan 13 pemilih khusus.
PPLN Dhaka berhasil mengakomodasi pemilih tersebut dengan menggunakan metode pengiriman pos “return to sender” (RTS) yang surat suaranya telah dikembalikan ke Sekretariat PPLN Dhaka.
Berdasarkan data PPLN Dhaka, jumlah total WNI yang masuk dalam DPTLN adalah 379 pemilih, dengan rincian 348 DPTLN di Bangladesh dan 31 DPTLN di Nepal. Meskipun panitia hanya diberikan tambahan 2 persen surat suara, namun jumlah surat suara yang diterima mencapai 388.
Proses pemungutan suara dilakukan melalui dua metode, yaitu pemilihan melalui pengiriman pos dan pemilihan langsung di TPS 001 Dhaka di KBRI Dhaka. PPLN Dhaka telah mengirimkan total 223 surat suara melalui pos kepada DPTLN di Bangladesh dan Nepal.
“Sampai saat ini, sudah ada 92 persen total surat suara yang telah dicoblos berdasarkan seluruh surat suara dari KPU dan 95 persen surat suara tercoblos berdasarkan DPTLN,” ujar Riky.
PPLN Dhaka masih menunggu sisa enam surat suara yang belum kembali dari metode pos sampai 13 Februari 2024. Setelah pemungutan suara selesai, seluruh surat suara disimpan dalam kotak tertutup di tempat steril yang diawasi kamera keamanan. Penghitungan suara akan dilakukan pada 14 Februari 2024, bersamaan dengan penghitungan suara di Indonesia.
Sementara penghitungan suara metode pos akan dilakukan pada 15-22 Februari 2024, disesuaikan dengan syarat pengembalian seluruh surat suara dari pemilih 100 persen. Seluruh proses pemilu diawasi oleh Panitia Pengawas Pemilu Luar Negeri (Panwaslu) Dhaka, serta disaksikan oleh Petugas Pengawas Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (PTPSLN).
“Panwaslu dan PTPSLN memastikan agar pemilu di Bangladesh dan Nepal dilakukan dengan yang adil, transparan, dan sesuai dengan standar prosedur,” kata Riky.
PPLN Dhaka juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Duta Besar RI untuk Bangladesh dan Nepal, Heru Hartanto Subolo, yang telah menyelenggarakan program “Bazaar Indonesia dan Gathering Masyarakat Indonesia pada Pesta Demokrasi” pada hari pemungutan suara. Acara tersebut diisi dengan berbagai macam kuliner, produk, dan kerajinan khas Indonesia yang ditawarkan oleh diaspora Indonesia.
Acara tersebut juga diramaikan dengan penampilan spesial dari para diaspora Indonesia serta hiburan lainnya untuk menarik lebih banyak WNI di Bangladesh agar menggunakan hak pilihnya di TPS yang berlokasi di KBRI Dhaka. Turut hadir dalam acara tersebut, Director of South Asia Wing Kementerian Luar Negeri Bangladesh, Shu Dana Ekram Chowdhury, sebagai pengamat mewakili pemerintah Bangladesh.






