Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Gelar pasar murah baru saja dibuka oleh petugas, masyarakat Gampong Meunasah Papeun langsung saja menyerbu area pasar murah yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Pangan bekerja sama dengan Bulog Aceh, di Halaman Meunasah Gampong Meunasah Papeun, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Jumat (9/6/2023).
Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, SSTP, MM, melalui Kepala Dinas Pangan Aceh Besar, Ir. Fuadi Akhmad, mengatakan, tak sedikit masyarakat yang datang lebih awal, animo masyarakat Meunasah Papeun dan sekitarnya untuk berbelanja sangat tinggi, hal tersebut terbukti dengan masyarakat sudah mulai berduyun-duyun ke halaman meunasah sebelum petugas pasar murah mulai.
“Ini pertanda bagus, daya beli masyarakat masih tinggi, dan itu menjadi indikator baik bagi pemulihan ekonomi daerah dari inflasi yang mengancam saat ini,” terang Fuadi.

Pun demikian, Ia juga mengatakan, dari 300 kupon yang disediakan, semua terdistribusi sepenuhnya kepada masyarakat Meunasah Papeun. “Jumlah kupon 300 dan semua tersampaikan pada masyarakat yang benar membutuhkan belanja di pasar murah,” ucapnya.
Fuadi mengatakan, pasar murah merupakan langkah pemerintah meringankan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok, selain itu, hal paling penting ialah menjaga daya beli masyarakat.
“Jika daya beli menurun, maka inflasi akan terjadi, itu pentingnya kita buat pasar murah, agar daya beli masyarakat masih tinggi, dengan demikian secara perlahan inflasi akan kita tekan sampai ekonomi kembali normal. Ini yang terus menjadi perhatian Bapak Pj Bupati Aceh Besar agar daya beli masyarakat tinggi,” terangnya lagi.

Hal senada juga diungkapkan oleh Camat Krueng Barona Jaya, Sayusi, SE, sejak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tahun lalu, harga bahan pokok dipasaran tidak stabil, tentu saja hal tersebut mengganggu kestabilan ekonomi daerah, sampai pada akhirnya terjadi inflasi dimana-mana. Menurutnya, pasar murah tersebut merupakan salah program pemerintah dan progam pro rakyat yang tepat untuk menekan laju inflasi saat ini.
“Nah ini cara Pemkab Aceh Besar stabilkan ekonomi daerah akibat inflasi, jadi, ini penting untuk terus dilaksanakan,” jelasnya.
Selain itu, bagi Sayusi, pasar murah di Gampong Meunasah Papeun, merupakan trik pemerintah membantu masyarakat menjelang idul adha 1444H. “Setidaknya, masyarakat nampu membeli kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujar Sayusi.
Sementara itu, Keuchik (kepala desa-red) Meunasah Papeun, Hasan Basri, SPd, berharap program pro rakyat ini terus diadakan, karena pasar murah tidak hanya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, tapi pasar murah juga bukti jika pemerintah memiliki perhatian kepada masyarakat.

“Efeknya bagus, selain masyarakat dapat belanja barang murah, ini juga menjadi bukti jika pemerintah memiliki perhatian kepada masyarakat,” pungkas Hasan Basri.
Harga sembako yang disediakan dalam pasar murah tersebut relatif lebih murah dibandingkan harga biasanya. Di antaranya harga minyak goreng untuk 2 liter seharga Rp 30 ribu, beras premium 5 Kg Rp 40 ribu, telur satu papan Rp 46 ribu, gula pasir 2 Kg Rp 20 ribu, cabe merah setengah kilogram Rp 8.000, dan bawang merah setengah kilogram Rp 13 ribu. Harga sembako yang dijual di pasar murah tersebut jika ditotalkan Rp 157 ribu/ paket.
Jelang siang, pasar murah yang diserbu para pembeli yang didominasi kaum ibu ini, juga dihadir Plt Kepala Diskopukmdag Aceh Besar Trizna Darma ST untuk melihat langsung pelaksanaan pasar murah tersebut.(AMZ/Mar)
