TNI AU dan RJAF Menerjunkan Bantuan Kemanusiaan dari Rakyat Indonesia Langsung ke Gaza

Pesawat C-130 J Super Hercules TNI Angkatan Udara lepas landas dari Pangkalan Udara King Abdullah II di Zarqa, Yordania, Selasa (9/4/2024), untuk menerjunkan bantuan dari rakyat Indonesia ke selatan Gaza. ANTARA/HO-Biro Humas Setjen Kemhan RI/aa.

Kabarnanggroe.com, Jakarta – TNI Angkatan Udara (AU) bekerja sama dengan Angkatan Udara Yordania (RJAF) telah berhasil menerjunkan bantuan kemanusiaan langsung dari rakyat Indonesia ke Gaza, Palestina. Pada Selasa, sebuah pesawat C-130 J Super Hercules TNI AU terbang di atas wilayah Gaza, membawa 20 paket bantuan berisi makanan, air mineral, dan obat-obatan, masing-masing beratnya mencapai 160 kilogram.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Brigadir Jenderal TNI Edwin Adrian Sumantha, menjelaskan bahwa pesawat tersebut mengangkut bantuan dari Pangkalan Udara King Abdullah II di Zarqa, Yordania, menuju titik penerjunan di bagian selatan Gaza. Bantuan kemudian diterjunkan dari udara menggunakan metode penerjunan low-cost low-altitude (LCLA) pada pukul 12.50 waktu setempat, setelah lepas landas dari Pangkalan Udara King Abdullah II pada pukul 11.36 waktu setempat.

Bantuan dari rakyat Indonesia diangkut Pesawat C-130 J Super Hercules TNI Angkatan Udara untuk diterjunkan ke selatan Gaza, Palestina, Selasa (9/4/2024). ANTARA/HO-Biro Humas Setjen Kemhan RI

Komandan Satuan Tugas Misi Pengiriman Bantuan ke Gaza, Palestina, Kolonel Pnb Noto Casnoto, menyatakan apresiasi atas kerja sama antara TNI dan tentara Yordania dalam upaya ini. “Alhamdulillah, terima kasih atas kerja sama semua pihak yang terlibat dalam kolaborasi yang baik antara TNI dan tentara Yordania ini,” ujarnya.

Tidak mudah bagi TNI AU untuk menerjunkan bantuan langsung ke Gaza mengingat kompleksitas perizinan karena Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik. Kerja sama dengan Yordania menjadi krusial karena negara tersebut berbatasan dengan Palestina dan Israel, serta memiliki hubungan diplomatik dengan keduanya.

Perintah untuk menerjunkan bantuan langsung ke Gaza pertama kali disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 8 Maret 2024. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kemudian menghubungi Raja Yordania Abdullah II untuk menyampaikan keinginan Presiden Jokowi. Raja Abdullah, yang merupakan sahabat lama Prabowo, mengutus Duta Besar Yordania untuk Indonesia Sudqi Al Omoush untuk menemui Prabowo dan menyerahkan undangan berpartisipasi dalam operasi penerjunan bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Satgas Misi Pengiriman Bantuan ke Gaza yang dipimpin oleh Kolonel Pnb Noto Casnoto (barisan depan, tengah) berfoto bersama prajurit Angkatan Udara Yordania di Pangkalan Udara King Abdullah II, Yordania, Selasa (9/4/2024). ANTARA/HO-Biro Humas Setjen Kemhan RI

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan tiga kepala staf turut hadir di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma saat melepas keberangkatan satuan tugas yang beranggotakan 27 personel. Dalam pesawat itu, terdapat 900 payung udara orang (PUO) dan 50 payung udara barang (PUB) yang disiapkan untuk menerjunkan bantuan.

Indonesia menjadi negara kedua di Asia Tenggara yang menerjunkan bantuannya langsung ke Gaza setelah Singapura. Kerjasama antara TNI AU dan RJAF menjadi langkah konkrit dalam mendukung upaya kemanusiaan di kawasan konflik tersebut.