Pimpinan dan Anggota DPRK Banda Aceh Hadiri Pelantikan Keuchik Serentak

Pimpinan dan sejumlah anggota DPRK Banda Aceh foto bersama usai pelantikan Keuchik se-Banda Aceh secara serentak yang berlangsung di Aula Gedung Mawardi Nurdin, Kompleks Balai Kota Banda Aceh, Sabtu (7/2/2026). FOTO/ HUMAS DPRK BANDA ACEH

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Pimpinan dan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh menghadiri prosesi pelantikan Keuchik se-Kota Banda Aceh yang digelar secara serentak di Aula Gedung Mawardi Nurdin, Kompleks Balai Kota Banda Aceh, Sabtu (7/2/2026).

Para keuchik yang dilantik merupakan hasil pemilihan keuchik langsung (pilchiksung) serentak yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’adudin Jamal.

Dari unsur DPRK Banda Aceh, hadir lengkap jajaran pimpinan, yakni Ketua DPRK Irwansyah, ST, Wakil Ketua I Daniel Abdul Wahab, S.Pd, serta Wakil Ketua II Dr. Musryadi Aswad, S.Pd., M.Pd. Turut hadir Ketua Komisi I Teuku Nanta Setia, ST., MM, Wakil Ketua Komisi I Aiyub Bukhari, S.Pd, serta anggota Komisi I Zulkasmi.

Pelantikan tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya.

Prosesi pelantikan berlangsung dengan khidmat. Para keuchik terpilih tampak mengenakan pakaian dinas upacara (PDU) berwarna putih lengkap dengan atribut, mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh kesungguhan.

Sebanyak 33 keuchik dari berbagai gampong di Kota Banda Aceh resmi dilantik untuk mengemban amanah kepemimpinan periode 2026–2032. Para keuchik tersebut telah memperoleh kepercayaan dari masyarakat gampong masing-masing untuk memimpin dan menjalankan roda pemerintahan di tingkat gampong.

Diharapkan, para keuchik mampu melaksanakan tugas dan fungsi dengan sebaik-baiknya serta membawa gampong di Kota Banda Aceh ke arah yang lebih maju dan sejahtera.

Dalam sambutannya, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’adudin Jamal menegaskan bahwa pelantikan keuchik bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi titik awal dari amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan komitmen melayani masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, ST menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas keuchik dalam melahirkan program dan kebijakan dari gampong yang mampu berkontribusi nyata terhadap pembangunan.

“Terlebih, mulai tahun ini dana gampong atau dana desa mengalami penurunan yang cukup signifikan. Kondisi ini menuntut adanya inovasi agar ketahanan gampong tetap terjaga dan pembangunan dapat terus berjalan,” ujar Irwansyah.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan gampong tidak dapat dijalankan secara individual, melainkan membutuhkan kekompakan dan kerja sama seluruh elemen gampong.

Ketua DPRK Banda Aceh itu mendorong para keuchik agar tetap mampu memunculkan terobosan dan inovasi meski di tengah keterbatasan anggaran, dengan membangun sinergi bersama berbagai unsur, seperti tuha peut, imam gampong, imam masjid, perangkat meunasah, kaum perempuan, pemuda, serta masyarakat secara umum.

“Dengan kekompakan, ide-ide dapat ditampung dan diwujudkan untuk membangun desa yang mandiri dan inovatif. Banyak contoh desa di daerah lain yang berhasil meningkatkan pendapatan desa dengan memanfaatkan potensi alam dan kreativitas masyarakat, baik melalui ketahanan pangan, perdagangan, kerajinan, UMKM, maupun sektor kreatif lainnya,” paparnya.

Ia berharap, keuchik ke depan dapat tampil sebagai pemimpin yang inovatif, responsif, serta mampu membangun kekompakan demi kemajuan gampong yang berkelanjutan. (Mar)