Ustaz Salman Alfarisy: Istighfar dan Tobat Jalan Menuju Ampunan Allah

Kabarnanggroe.com, Aceh Besar — Istighfar dan tobat merupakan jalan kembali meraih ampunan Allah Swt. Di antara bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya adalah dibukanya pintu tobat dan ampunan selebar-lebarnya.

Hal tersebut disampaikan oleh alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Ustaz Salman Alfarisy, saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Jami’ PMDG Kampus 8, Seulimum, Aceh Besar, Jumat (9/10/2026).

Dalam khutbahnya, dia menegaskan, manusia merupakan makhluk yang tidak luput dari kesalahan dan dosa, sementara ketakwaan satu-satunya jalan keselamatan di dunia dan akhirat.

Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an: “Katakanlah, ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'” (QS. Az-Zumar: 53)

Ustaz Salman juga mengutip sabda Nabi Muhammad saw: “Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang ketika melakukan dosa, ia memohon ampunan dan kembali kepada-Nya. Pintu tobat terbuka pada malam dan siang hari.” (HR. Muslim)

Dia menjelaskan, istighfar bukan sekadar ucapan lisan yang dihafal. Lebih dari itu, istigfar harus diiringi dengan penyesalan yang mendalam di dalam hati, azam (tekad kuat) untuk tidak mengulangi perbuatan dosa, serta menunaikan dan mengembalikan hak-hak orang lain yang pernah dilanggar. Selain itu, memperbanyak amal saleh juga menjadi sarana penghapus dosa dan keburukan.

“Marilah kita memperbarui tobat setiap saat dan jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya pintu rahmat dan ampunan-Nya senantiasa terbuka dan tidak akan pernah tertutup bagi hamba-hamba yang ingin kembali kepada-Nya,” ujarnya.

Dia kemudian menyampaikan Hadis Qudsi meriwayatkan firman Allah Swt: “Wahai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, Aku akan mengampuni segala dosa yang ada padamu dan Aku tidak pedulikan (seberapa besar dosa itu). (HR. At-Tirmidzi)

Mengakhiri khutbahnya, Ustaz Salman mengingatkan jamaah bahwasanya Allah Swt memerintahkan manusia berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberi bantuan kepada kerabat, serta melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan agar manusia senantiasa mengambil pelajaran. (Sayed/Kaffah)

Exit mobile version