Ustaz Muhammad Ainul Yaqin: Tantangan Terbesar Umat Adalah Istiqamah

Kabarnanggroe.com, Aceh Besar — Salah satu tantangan terbesar seorang Muslim setelah beribadah mulai menurun adalah menjaga keistiqamahan dalam ketaatan kepada Allah Swt.

Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Ustaz Muhammad Ainul Yaqin, menyampaikal hal itu dalam khutbah Jumat di Masjid Jami’ PMDG Kampus 8, Seulimuem, Aceh Besar, Jumat (23/10/2026).

Dia menjelaskan, ibadah yang dilakukan secara terus-menerus, meskipun sedikit, lebih dicintai Allah Swt daripada amalan yang banyak, tetapi terputus. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah saw dalam hadis riwayat Muslim, “Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.”

Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.’” (QS. Fussilat: 30).

Ustaz Ainul Yaqin menambahkan, istiqamah bukan berarti seseorang tidak pernah melakukan kesalahan. Setiap manusia pasti pernah tergelincir dalam dosa. Namun, orang yang istiqamah adalah mereka yang segera kembali kepada Allah Swt, memperbaiki diri, dan memperbarui taubat setiap kali melakukan kesalahan.

Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt: “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya).” (QS. Al-A’raf: 201).

Dia juga mengingatkan pentingnya meluruskan niat dalam beribadah. Seorang Muslim hendaknya tidak beramal demi mendapatkan pujian manusia, tetapi semata-mata mengharapkan rida Allah Swt. Dengan niat yang ikhlas, amalan sekecil apa pun diharapkan dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Menurutnya, istiqamah bukanlah kondisi tanpa dosa, melainkan kesungguhan untuk tetap berada di jalan ketaatan dan segera kembali kepada Allah ketika melakukan kesalahan. Karena itu, setiap Muslim perlu menjaga keikhlasan, membiasakan amal saleh, dan tidak berputus asa dalam memperbaiki diri.

Dia menegaskan, menjaga kesinambungan ibadah merupakan bagian penting dari keimanan. Semangat beribadah tidak seharusnya hanya muncul pada waktu-waktu tertentu, tetapi perlu dirawat dalam kehidupan sehari-hari. (Sayed/Kaffah)

Exit mobile version