Kabarnanggroe.com, Bireuen — Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bireuen terus memperkuat kesiapan mental dan teknis calon jamaah haji tahun 1447 H/2026 M. Fokus utama kali ini bukan lagi pada pendalaman materi teori, melainkan pada pembentukan kemandirian ibadah melalui praktik simulasi umrah yang digelar di dalam Masjid Agung Sulthan Jeumpa, Senin (9/2/2026).
Langkah ini memastikan 362 calon jamaah haji asal Bireuen yang terdiri dari 224 perempuan dan 138 laki-laki mampu melaksanakan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci secara mandiri tanpa ketergantungan penuh pada pembimbing.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bireuen, H Sulaiman SAg menyampaikan, praktik ini adalah bagian krusial untuk membentuk kemandirian jamaah.

“Kegiatan ini diposisikan sebagai gladi resik total. Selain mematangkan bacaan doa, para jamaah juga diajak mengenali ritme fisik saat menempuh rute Sa’i antara Shafa dan Marwah yang cukup menguras energi,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Praktik manasik tersebut dipandu oleh H Lahmuddin SAg yang membimbing jamaah secara detail mulai dari tata cara niat umrah, simulasi gerakan thawaf, sa’i, hingga prosesi tahallul. Suasana di dalam ruang utama masjid berlangsung sangat khidmat, terutama saat gema kalimat talbiyah dilantunkan bersama-sama oleh para jamaah, yang menambah suasana haru di tengah jalannya simulasi.
H Lahmuddin menjelaskan, simulasi ini bertujuan agar jamaah dapat mengenali dan memperbaiki kesalahan teknis sejak dini. Dengan penguasaan medan dan urutan ibadah di dalam masjid, jamaah diharapkan bisa lebih fokus pada kekhusyukan saat berada di Masjidil Haram nanti tanpa perlu bingung lagi soal teknis pelaksanaan.
Salah seorang peserta manasik mengaku terbantu dengan adanya praktik ini.
“Kalau hanya mendengar penjelasan, kadang masih bingung membayangkanny, tapi setelah dipraktikkan langsung begini, hati jadi lebih tenang. Rasanya seperti sudah benar-benar berada di Makkah,” ungkapnya. (Herman/Syahrati)






