Kabarnanggroe.com, Lhoksukon – Penjaga Makam Sultanah Nahrasiyah di Desa Kuta Krueng, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Tgk Agam meminta Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil akrab disapa Ayahwa memugar kompleks makam raja dan ratu dari Kerajaan Samudera Pasai di wilayah itu.
Sebab, menurut dia, kondisi kompleks makam tidak layak. Pagar tidak ada, sebagian makam juga sudah rusak.
Hal itu disampaikan Tgk Agam saat Bupati Aceh Utara Ayahwa berziarah dalam rangka memperingati 800 tahun hari jadi Kabupaten Aceh Utara.
“Minta tolong dialokasikan anggaran untuk pemugaran makam dan seluruh kompleksnya. Sayang sekali situs ini satu-satunya peninggalan kerajaan yang masih ada, tetapi kondisinya rusak,” kata Tgk Agam.
Hal yang sama juga terlihat di kompleks makam Sultanah. Dia menyarankan pemugaran melibatkan ahli sejarah, mengembalikan ke kondisi awal layaknya masa kerajaan.
“Bahkan pengunjung saat datang selalu terheran-heran, begitu agung kerajaan kita lewat marmer di makam, tetapi kompleksnya perlu diperhatikan,” katanya.
Kini, lemari tempat penyimpanan Al Quran tidak ada di makam. Padahal, umumnya warga datang berziarah dan membaca Al Quran di kompleks itu.
Merespons permintaan itu, Ayahwa berjanji langsung mengantarkan lemari penyimpanan Al Quran. Sementara itu, pemugaran akan dianggarkan dalam tahun 2027.
“Tahun depan kita anggarkan pemugaran makam. Dalam Qanun (peraturan daerah) disahkan sebelumnya, awal mula Aceh Utara dihitung dari Sultanah Nahrasiyah kira-kira sekarang sudah berusia 800 tahun,” katanya, Senin (7/9/2026).
Dia menyatakan berkomitmen menata kompleks kerajaan sehingga menjadi destinasi budaya dan sejarah yang wajib dikunjungi wisatawan.
Kerajaan Samudera Pasai merupakan salah satu kerajaan terbesar di Nusantara.
Kerajaan ini berkaitan dengan awal mula masuknya Islam ke Indonesia pada 1267 Masehi dengan raja pertama Meurah Silue dengan gelar Malik Assalih atau Malikussaleh
Kerajaan ini dikenal kaya dan modern, salah satu buktinya menggunakan mata uang dirham dan emas.
Dari sisi pendidikan, kerajaan ini dikenal memiliki perguruan tinggi Islam dengan metode kurikulum pertama di Indonesia. Kehebatannya dikenal luas di Nusantara dan mancanegara.(Muh/*)






