Wisata  

Pantai Balai Tawarkan Keteduhan Bagi Pengunjung

Kawasan Pantai Balai di Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang. FOTO/SCREENSHOT

Kuala Simpang – Pantai Balai yang berada di salah satu desa di Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang yang dikenal punya potensi wisata alam seperti Pantai Wawu dengan sungai misteriusnya, menawarkan suasana alami dan ketenangan, meskipun fasilitas masih minim, menjadikannya pilihan menarik untuk liburan yang tenang di Aceh Tamiang, selain pantai Pulau Rukui atau Kuala Ketapang.

Pantai Balai menawarkan keindahan pantai yang menarik dan angin laut yang sejuk bersama hamparan pasir dan air laut yang membentang tentu akan memberikan nuansa yang menyenangkan saat berada di kawasan pantai ini.

Kawasan pantai ini telah menjadi lokasi liburan atau bersantai bersama keluarga setiap akhir pekan, sebuah kegiatan untuk melepaskan kepenatan dan kelelahan seusai bekerja selama sepekan. Dengan liburan, tentunya akan mengurangi stres dan kepenatan setelah rutinitas harian.

Pantai Balai sendiri terletak di sebuah pantai yang masuk dalam wilayah Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang. Seperti namanya, pantai itu berada di wilayah Gampong Balai yang memiliki panorama alam sangat indah dan mempesona, meskipun masih belum banyak yang mengetahui lokasi ini.

Untuk bisa sampai di lokasi ini, bisa dengan sepeda motor atau mobil dan jika dari Kecamatan Karang Baru, jarak yang harus ditempuh sekitar 41 kilometer dan sesampai disana, disambut dengan air laut berwarna biru, deburan ombak yang berkejaran, hingga pasir putih. Ditambah lagi ketika sore hari, bisa melihat keindahan matahari terbenam.

Sebagai salah satu pantai yang masih perawan, lokasi ini cocok untuk meredakan penat. Tempatnya tenang tidak banyak pengunjung jadi kamu bisa leluasa menikmati keindahannya. Pantainya sangat nyaman untuk dikunjungi karena angin lautnya sejuk dan suasananya juga syahdu. Air laut di sana juga bersih dan berkilau saat terkena sinar matahari.

Pasir pantainya juga lembut, sehingga sangat nyaman untuk berpijak atau berlarian sekalipun. Ombak di lautan juga tergolong tenang dan ramah bagi pengunjung. Sepanjang garis pantainya ditumbuhi pepohonan hijau juga rindang dan bisa dibayangkan bagaimana menyenangkannya liburan di sana.

Fasilitas di pantai ini memang tidak selengkap pantai-pantai lain, karena masih perlu tambahan berupa tempat ibadah seperti mushala, juga toilet, tempat parkir serta gazebo-gazebo untuk tempat beristirahat pengunjung. Penambahan tempat makan juga perlu agar yang datang tidak kelabakan saat mencari makanan.

Kegiatan paling sederhana, bisa duduk diam sambil melihat indahnya lukisan alam dengan merebahkan badan di bawah pohon yang rindang serta sesekali jangan lupa sambil mengunyah snack. Paling penting sampah bekas makanan jangan di buang sembarangan agar tak mencemari pantai.

Ombaknya yang tak ganas sangat cocok untuk kamu yang hobi bermain air, seperti berenang atau hanya sekedar bercanda tawa dengan teman atau juga membuat istana pasir dan bentuk lainnya. Garis pantainya yang cukup panjang dan lebar memungkinkan untuk bisa bermain voli pantai atau sepak bola pantai dengan membawa teman dan membentuk kelompok atau grup.

Lokasi ini cocok untuk meredakan kesibukan selama ini dengan menikmati keindahannya dengan air laut bersih dan berkilau saat terkena paparan sinar matahari. Dalam beberapa tahun terakhir ini, tempat itu mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal hingga luar daerah.

Sementara itu, Desa Pantai Balai yang merupakan kawasan pesisir kaya akan sumber daya laut dan keberadaannya di tepi laut memberikan akses yang baik ke perairan, namun juga menjadikannya rentan terhadap pasang surut air laut.

Jalan Desa Balai di Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang menuju pantai. FOTO/SCREENSHOT

Keanekaragaman ekosistem mangrove dan potensi perikanan yang melimpah menjadikan desa ini unik secara ekologis. Dengan populasi yang signifikan, mayoritas penduduk Desa Pantai Balai menggantungkan hidup pada sektor perikanan, pertanian, dan usaha mikro.

Komunitas ini, sebagian besar didominasi suku Aceh dan Melayu dengan mata pencaharian utama penangkapan ikan, pengolahan hasil laut, serta pertanian tanaman padi dan sayur-sayuran. Kehidupan sosial di Desa Pantai Balai dipengaruhi oleh nilai-nilai agama Islam. Tradisi gotong royong dan kebersamaan sangat kuat, dengan berbagai acara keagamaan dan adat yang rutin dilaksanakan.

Desa ini yang memiliki potensi wisata yang menarik, terutama dari ekosistem mangrove dan pantai. Dengan pengelolaan yang baik, Pantai Balai dapat berkembang sebagai destinasi ekowisata yang menggabungkan keindahan alam dengan pelestarian lingkungan.

Namun, desa ini menghadapi tantangan serius, seperti ancaman abrasi dan kerusakan ekosistem akibat aktivitas manusia. Meski demikian, peluang untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pengembangan perikanan, ekowisata, dan pertanian organik sangat terbuka.

Dengan pengelolaan yang bijak dan dukungan pemerintah, Desa Pantai Balai berpotensi besar untuk tumbuh dan berkembang sebagai desa wisata unggulan Aceh Tamiang di masa mendatang. Hal itu akan didukung dengan Pantai Balai yang telah menjadi bagian dari pesona alam Aceh Tamiang yang kaya.

Meski belum dilengkapi banyak fasilitas, sejumlah warung makan sederhana sudah mulai tersedia untuk melayani wisatawan, sehingga akan dapat menawarkan pengalaman wisata pantai yang lebih natural dan privat, berbeda dengan destinasi pantai yang ramai pada umumnya. Selain itu, pastikan bawa baju ganti ketika ingin bermain air atau berenang dan obat-obatan yang dibutuhkan karena di sana tidak ada penjual.(Adv)