Daerah  

Target Lima Besar, DSI Kota Banda Aceh Berikan Peningkatan Kafilah dengan Sistem Intensifikasi

Lakukan Rapat Koordinasi Pemberangkatan Kafilah MTQ Kota Banda Aceh ke MTQ Provinsi Aceh Ke-36 di Simeulu pada tanggal 23 Nov s.d 3 Des 2023 mendatang, rapat koordinasi dilaksanakan di Ruang Rapat Sekda Kota Banda Aceh, Jumat (6/10/2023). FOTO/ DSI BANDA ACEH

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Memiliki target masuk ke lima besar, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh terus melakukan berbagai persiapan dan matangkan qari serta qariah pada gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Aceh ke-36, salah satu upaya yang sedang dilakukan adalah menerapkan sistem latihan intensifikasi. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala DSI Banda Aceh, Ridwan Ibrahim, SAg, MPd, di Kota Banda Aceh, Jumat (6/10/2023).

Ia menjelaskan, sejauh ini DSI terus melakukan pemusatan latihan berjalan bagi kafilah MTQ Banda Aceh yang sudah dimulai sejak bulan Februari yang lalu, pihaknya juga sudah melaporkan perkembangan kondisi terkini para kafilah.

“Kita sudah rapat dengan Sekda Kota Banda Aceh terkait kindisi terkini kafilah Banda Aceh yang akan mengikuti MTQ ke 36 di Simeulu nanti, barbagai upaya terus kita lakukan, agar capaian kafilah Banda Aceh di MTQ nanti semakin membaik,” katanya.

Selain itu, Dinas Syariat Islam juga melakukan berbagai terobosan untuk mempersiapkan qari dan qariah menghadapi MTQ ke 36 di Simeulue mendatang dengan melakukan pendampingan khusus bagi kafilah.

“Kita memberikan pendampingan khusus bagi kafilah dimana satu pelatih cabang bagi satu orang qari atau qariah,” ujarnya.

Kadis Syariat Islam Kota Banda Aceh mengatakan, Kafilah Kota Banda Aceh mengikuti semua cabang yang akan dilombakan pada MTQ XXXVI mendatang.

“Ada sembilan cabang yang diperlombakan dalam MTQ nanti, untuk Banda Aceh sendiri rencananya akan mengikuti seluruh cabang, hanya Tilawah Tunet (Tuna netra) perempuan yang tidak ada pesertanya,” ungkapnya.

Jumlah kafilah Banda Aceh seluruhnya mencapai 100 orang termasuk pelatih dan official, sedang peserta untuk semua cabang perlombaan jumlahnya 55 orang peserta.

“Kita akan berangkatkan 100 orang, termasuk dengan pelatih dan official, karena setiap peserta akan didampingi langsung oleh pelatih dan official saat bertanding, insya Allah sampai hari ini, semuanya sudah melakukan persiapan,” katanya.

Menurut Ridwan, persiapan kafilah akan terus dilaksanakan hingga 10 hari menjelang pemberangkatan peserta ke Simeulue, untuk saat ini peserta telah menjalani 24 kali tatap muka untuk TC.

“Jadi, ini peserta kita berikan latihan berjalan yang disebut dengan latihan khusus, dimana mereka kita berikan peningkatan spesialisasinya dengan didampingi pelatih yang ahli dan professional dibidangnya masing-masing, mudah-mudahan dengan banyaknya latihan kafilah Banda Aceh juga dapat berbicara banyak di ajang MTQ ke 36 nanti,” harap Ridwan.

Ia mengatakan, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan melakukan evaluasi hasil latihan selama ini, hal tersebut dilakukan sebagai upaya memperbaiki capaian yang belum maksimal.

“Dari evaluasi nanti kita akan tahu, sejauh mana perkembangan anak-anak, dan kita juga tahu apa kekurangan peserta, sehingga kita bisa lakukan perbaikan untuk mencapai target lima besar itu,” terang Ridwan.

Ia juga menyampaikan, jika pihaknya telah melakukan koordinasi untuk kesiapan tempat, transportasi dan makanan kafilah di Simeulue nanti, termasuk dengan fasilitas pendukung kesuksesan kafilah.

“Kita sudah koordinasikan dengan pimpinan terkait kebutuhan mendesak yang harus kita siapkan untuk kesuksesan kafilah MTQ di Simeulue nanti. Sebelumnya kita juga sudah survey lokasi di Simeulue, nanti kita akan kembali lagi untuk memastikan semua kebutuhan kita terpenuhi dengan baik, bahkan kita juga akan melakukan rekayasa kegiatan, jadi, kita sudah punya plaining yang matang,” tuturnya.

Ridwan menjelaskan, jika kali ini, ada beberapa hal yang berbeda untuk mencapai target lima besar MTQ ke 36 nanti, semua dilaksanakan dengan profesinal, khususnya pada tiga bidang yang dianggap penting, pertama, bidang kegiatan yaitu peserta dan pelatih akan ditangani secara khusu dan professional oleh satu orang, agar semua hal tentang peserta dan pelatih terpenuhi dengan baik.

“Selanjutnya, kita bentuk tim khusus yang menangani menu makanan, tim professional ini mengatur segala makanan, baik menu dan penyajiannya dan yang terakhir adalah tim khusus yang mengatur tentang mobilisasi peserta sejak pergi hingga kembali ke Banda Aceh lagi, jadi, kita mau professional dan proposional yang harus sesuai dengan kebutuhan,” ujar Ridwan.

Hal senanda juga diungkapkan oleh Kabid Dakwah Irwanda M Jamil SAg, dimana pihaknya para kafilah sampai di Simeulue nanti fokus utnuk mengikuti perlombaan, karena itu penting untuk menujang prestasi kafilah MTQ Banda Aceh, selain itu, Ia juga minta doa dan dukungan semua warga Kota Banda Aceh untuk kesuksesan kafilah Banda Aceh di ajang MTQ XXXVI.

“Mudah-mudahan dengan segala upaya yang kita lakukan prestasi Banda Aceh di ajang MTQ semakin membaik, tentu saja kami harapkan dukungan dan doa dari seluruh warga Kota Banda Aceh, agar nantinya kita mampu menjadi yang terbaik,” pungkas Irwanda. (AMZ)