Ulama dan Guru Besar UNISSA Brunei Darussalam Ziarah dan Teliti Manuskrip di Zawiyah Tanoh Abee

Foto bersama pada kunjungan Ulama dan Guru Besar UNISSA ke Zawiyah Tanoh Abee, di Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (6/3/2026). FOTO/ C'BOY

Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Ulama dan Guru Besar dari Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam kembali berkunjung ke Zawiyah Tanoh Abee dalam rangka ziarah ke makam ulama Tanoh Abee sekaligus meninjau koleksi manuskrip kuno yang tersimpan di perpustakaan zawiyah, di Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (6/3/2026).

Rombongan akademisi dari Brunei Darussalam yang hadir yakni Anis Malik Thoha dan Cecep Soleh. Kedatangan mereka turut didampingi oleh sejarawan Aceh Muhajir al Fairusy serta akademisi Universitas Syiah Kuala, Mohd Iqbal.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan melakukan ziarah ke makam para ulama besar Tanoh Abee, termasuk makam Abu Dahlan Tanoh Abee. Mereka juga meninjau langsung koleksi manuskrip kuno yang tersimpan di Perpustakaan Tanoh Abee, yang berisi berbagai karya ulama Melayu terdahulu mengenai sejarah dan sirah Nabi Muhammad SAW.

Perwakilan pengelola Pustaka Kuno Tanoh Abee, Cutbang Abulis yang mewakili pimpinan Zawiyah Tanoh Abee Teungku Abdul Hafidz al Fairusu al Baghdady, menyampaikan apresiasi atas kunjungan para akademisi dari Brunei Darussalam tersebut.
“Kami menyambut baik kedatangan para ulama dan akademisi dari UNISSA yang memiliki niat untuk meneliti sekaligus melestarikan khazanah sejarah Islam yang tersimpan dalam manuskrip Tanoh Abee,” ujarnya.

Ia menjelaskan, manuskrip yang diwariskan oleh para ulama Melayu, termasuk karya para Teungku Chik Tanoh Abee, merupakan bagian penting dari khazanah intelektual Islam di Nusantara yang harus terus dijaga dan dikaji.
“Warisan tulisan para ulama terdahulu ini tidak hanya bernilai sejarah, tetapi juga menjadi sumber penting dalam memahami perjalanan dakwah dan kehidupan Nabi Muhammad SAW. Karena itu, manuskrip ini perlu terus dirawat dan diwariskan kepada generasi mendatang,” katanya.

Menurutnya, kunjungan tersebut juga memiliki makna historis karena mengingatkan kembali hubungan keilmuan dan spiritual yang pernah terjalin antara ulama Tanoh Abee dengan Brunei Darussalam sejak masa para ulama terdahulu.

Melalui kunjungan tersebut, Zawiyah Tanoh Abee kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat warisan keilmuan Islam di Aceh yang memiliki keterkaitan dengan jaringan ulama dan lembaga pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara. Ia berharap sinergi antara ulama, lembaga pendidikan, dan para peneliti dapat terus terjalin dalam upaya menjaga serta menghidupkan kembali khazanah keilmuan Islam warisan para ulama terdahulu.(C’boy)