Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Ramadhan selalu identik dengan keberkahan bagi umat Islam, selain menjadi momentum peningkatan spiritual. Di sisi lain, Ramadhan juga menjadi penggerak ekonomi kerakyatan, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Disalah satu sudut Gampong Dham Ceukok, Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar, geliat tersebut terlihat nyata. Sebuah gerai kue yang menampung ratusan aneka jajanan takjil produk pelaku usaha sekitar.
Pemilik gerai , Nini mengatakan aneka kue takjil yang dititipkan ditempatnya merupakan hasil produk usaha masyarakat setempat.
“Ini semua produk usaha masyarakat, harganya seribuan hingga dua ribuan. Kita buka sejak pukul 15.30 hingga Jepang berbuka,” ujar Nini, di Gerai usahanya, Jum’at (6/3/2026).
Aktivitas ekonomi yang dilakoninya itu, membuka ruang tumbuhnya kemandirian usaha masyarakat lingkungan sekitar. Sepanjang bulan Ramadan, setiap sore berubah menjadi pusat jajanan takjil, baik warga sekitar maupun para pelintas jalur Blang Bintang – Lubok.
Nini merasakan langsung dampaknya. Sejak bazar dibuka, ia mencatat omzet rata-rata hampir mencapai sekitar Rp 1 juta per hari. “Ramadan yang biasanya hanya ramai sesekali, kini berubah menjadi momentum peningkatan pendapatan yang lebih stabil. Kehadiran bazar ini juga dirasakan manfaatnya oleh para pembeli juga, karena letaknya strategis dan pilihan takjil juga beragam,” tuturnya.
Burhan yang rutin berbelanja di sana, mengaku kegiatan tersebut bukan hanya memudahkan akses kebutuhan berbuka, tetapi juga menghadirkan nuansa Ramadhan Mubarrak. “Hampir setiap sore, saya dan keluarga berburu takjil di sini. Sekarang sudah jadi kebiasaan, jajanannya enak-enak,” pungkasnya.(Sirat)






