Menjelang Ramadhan, Mayoritas Masjid Terdampak Bencana di Aceh Sudah Aktif

Arsip foto - Alat berat yang dikerahkan pemerintah membersihkan lokasi dari material yang menimbun halaman dan bangunan Masjid Al Taqwa di Lampahan Timur, Bener Meriah, Aceh, Rabu (31/12/2025). ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/tom.

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh mencatat sebanyak 98 persen masjid dan mushalla yang terdampak bencana alam di Aceh telah kembali difungsikan, meski sebagian besar masih dalam kondisi darurat.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, menyampaikan bahwa dari total 737 masjid dan mushalla yang terdampak banjir dan longsor, sebanyak 725 unit sudah kembali digunakan, sementara 12 lainnya belum dapat difungsikan karena mengalami kerusakan berat hingga hanyut.

“Berdasarkan data yang telah diverifikasi, sebagian besar rumah ibadah sudah kembali berfungsi, meskipun dengan keterbatasan sarana dan prasarana,” ujar Azhari di Banda Aceh, Kamis (05/01/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah masjid dan mushalla yang belum beroperasi di antaranya Mushalla Baitul Banian Serbajadi di Kabupaten Aceh Timur yang hanyut, serta Masjid At Taqarrub Riseh Teungoh di Kabupaten Aceh Utara yang terbawa arus banjir.

Di Kabupaten Bener Meriah, rumah ibadah yang terdampak berat meliputi Mushalla Nurul Hikmah Timang Gajah, Mushalla Muttaqin, dan Masjid Jamik Mukhlisin Pintu Rime Gayo akibat banjir dan longsor. Sementara di Kabupaten Gayo Lues, lima rumah ibadah dilaporkan hanyut atau hilang, yakni Mushalla Serkil Putri Betung, Mushalla Nurul Huda Pantan Cuaca, Masjid Baiturrahim dan Masjid Al Ikhlas Tripe Jaya, serta Masjid Nurul Iman Putri Betung.

Selain itu, Masjid Al Mabrur Samalanga di Kabupaten Bireuen dan Masjid Al Hikmah Karang Baru di Kabupaten Aceh Tamiang juga mengalami kerusakan parah hingga roboh dan terbawa arus banjir.

Menurut Azhari, cepatnya pemulihan fungsi masjid dan mushalla tidak terlepas dari semangat gotong royong masyarakat, keterlibatan ASN Kemenag, serta dukungan berbagai pihak yang memberikan bantuan perlengkapan ibadah dan kebersihan.

“Pembersihan masjid dilakukan bersama-sama. ASN Kemenag turun langsung, masyarakat sangat antusias, bahkan ada alat berat yang membantu membersihkan lumpur bekas banjir,” ungkapnya.

Azhari menambahkan, Kemenag RI juga telah menyiapkan bantuan renovasi bagi masjid dan mushalla yang mengalami kerusakan ringan hingga berat (di luar yang hilang), dengan rincian Rp50 juta untuk masjid dan Rp30 juta untuk mushalla, yang saat ini masih dalam proses penyaluran.

“Bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan mendesak, seperti pembelian pompa air, genset, tikar shalat, dan sarana pendukung lainnya,” jelasnya.

Ia berharap seluruh rumah ibadah yang terdampak dapat segera pulih dan kembali berfungsi secara optimal, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan.

“Harapan kita, masjid dan mushalla kembali bersih, nyaman, dan layak digunakan masyarakat untuk beribadah,” pungkas Azhari.