Kabarnanggroe.com, Blangpidie — Pos Layanan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dilepas secara resmi dari halaman Gedung Dakwah Muhammadiyah Aceh Barat Daya menuju Aceh Tengah, Senin (5/1/2026). Rombongan menuju Takengon melalui jalur darat dengan menembus jalur ekstrem Beutong, yang juga merupakan wilayah terdampak bencana
Dalam perjalanan tersebut, MDMC DIY mengerahkan satu unit mobil double cabin 4×4, satu unit ambulans 4×4, dan tiga unit sepeda motor trail yang ditumpangi oleh 11 personel relawan.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Barat Daya, Nazli Hasan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh relawan MDMC DIY.
“Atas nama PDM Muhammadiyah Aceh Barat Daya, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas respons cepat dan empati Tim MDMC DIY. Kami juga memohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan dan pelayanan selama tim berada di Abdya,” ujar Nazli.
Sementara itu, Koordinator Lazismu dan MDMC PDM Aceh Barat Daya, Muslim Kamal, menegaskan, bantuan kemanusiaan tidak akan berhenti meski terjadi peralihan lokasi dan pergantian personel.
Ia menyebutkan, dalam satu bulan terakhir telah dilakukan tiga kali suplai bantuan ke Gayo Lues, dan upaya serupa akan terus dilanjutkan sesuai kebutuhan lapangan.
“Lazismu dan MDMC Aceh Barat Daya masih membuka donasi untuk wilayah terdampak, khususnya Aceh Tengah dan Bener Meriah. Insyaallah pada tahap selanjutnya kami akan mendapat amanah untuk mengelola kebutuhan logistik di dua wilayah tersebut,” ungkap Muslim, Koordinator Posko Barat Selatan.
Tim MDMC DIY resmi mengakhiri penugasan di Kabupaten Gayo Lues dan melanjutkan misi kemanusiaan ke Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Ahad (4/1/2026). Peralihan lokasi ini tercatat dalam laporan Pos Koordinasi MDMC Aceh Barat Daya (Abdya) yang selama ini menjadi titik transit dan pusat koordinasi Tim MDMC DIY dalam penanggulangan bencana banjir dan tanah longsor di wilayah dataran tinggi Gayo.
Selama satu bulan penuh, sejak 5 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, sebanyak 30 personel MDMC DIY yang terdiri dari tim medis, SAR, psikososial, dan logistik telah memberikan layanan kemanusiaan di Gayo Lues.
Dalam misi tersebut, MDMC DIY berkolaborasi dengan MDMC Aceh Barat Daya dan Lazismu dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Relawan MDMC DIY membentuk Pos Layanan di Desa Betukah, Kabupaten Gayo Lues. Selama bertugas, tim telah menyalurkan sekitar 6,5 ton bantuan logistik yang dihimpun melalui Lazismu dan MDMC Aceh Barat Daya.
Koordinator Relawan MDMC DIY, Rifky, menyampaikan, sebelum meninggalkan Gayo Lues, pihaknya tidak hanya menuntaskan layanan kemanusiaan, tetapi juga mendirikan sebuah masjid darurat bagi masyarakat setempat.
“Pembangunan masjid darurat ini merupakan bentuk respons kami yang tidak hanya menyentuh sektor sosial kemasyarakatan, tetapi juga sektor ruhaniyah,” ujar Rifky.
Ia menambahkan, keberadaan masjid darurat diharapkan dapat menjadi penguat spiritual bagi warga agar tidak larut dalam kesedihan dan keterpurukan pascabencana.
Menurutnya, setiap musibah selalu menyimpan hikmah besar bagi mereka yang menanamkan keimanan dalam hati. (Herman/Sayed M. Husen)






