FORSIAR Peusijuek Tokoh Aceh Rayeuk dan Peringatan Maulid Nabi 1448 H

Kabarnanggroe.com, BANDA ACEH – Forum Silaturrahmi Aceh Rayeuk (FORSIAR) menggelar Peusijuek Tokoh Aceh Rayeuk yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Sabtu (5/9/2026), di Auditorium Prof. Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry, Banda Aceh.

Kegiatan yang digelar bersama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Aceh Besar tersebut dihadiri sekitar 1.000 peserta dari berbagai unsur, mulai dari tokoh masyarakat, ulama, akademisi, pemerintah, pengusaha, hingga cendekiawan.

Ketua FORSIAR yang juga Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap momentum silaturahmi ini dapat memperkuat hubungan antarelemen masyarakat Aceh Rayeuk serta mendorong lahirnya kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Muharram juga menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus ICMI Orda Aceh Besar periode 2026–2031 yang turut dilantik dalam rangkaian kegiatan.

Ia berharap ICMI Aceh Besar dapat menjadi organisasi yang aktif dan konsisten memberikan kontribusi pemikiran maupun pengabdian kepada masyarakat.

“ICMI Aceh Besar harus militan,” tegas Muharram.

Menurutnya, keberadaan ICMI dan FORSIAR diharapkan dapat semakin memperkuat kolaborasi antara cendekiawan, ulama, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.

Salah satu agenda utama kegiatan tersebut adalah Peusijuek Tokoh Aceh Rayeuk. Tradisi peusijuek menjadi bagian penting dalam kegiatan sebagai bentuk doa, penghormatan, dan ungkapan rasa syukur kepada para tokoh yang dinilai memiliki kontribusi bagi masyarakat dan daerah.

Sejumlah tokoh yang mendapat peusijuek dalam kegiatan tersebut di antaranya Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag. dan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A.

Prosesi tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan menjadi momentum mempererat silaturahmi antartokoh Aceh Rayeuk dari berbagai latar belakang.

Setelah prosesi Peusijuek Tokoh Aceh Rayeuk, kegiatan dilanjutkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.

Peringatan Maulid diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Tgk. H. Masrul Aidi. Kegiatan ini menjadi momentum bagi para peserta untuk kembali meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.

Ketua panitia, Dr. Saifullah Maysa, S.Ag., MA, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dihadiri sekitar 300 orang pengurus dan tamu undangan serta sekitar 1.000 peserta yang berasal dari berbagai elemen tokoh dan masyarakat.

Menurutnya, kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menunjukkan besarnya dukungan terhadap kegiatan yang menjadi wadah silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat Aceh Rayeuk.

Kegiatan FORSIAR tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian pelantikan pengurus ICMI Orda Aceh Besar periode 2026–2031. Dalam pelantikan itu, Prof. Dr. Muji Mulia, M.Ag. dipercaya memimpin ICMI Orda Aceh Besar untuk masa bakti lima tahun ke depan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Sekretaris Daerah Aceh Taufik, S.T., M.Si.; Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris; Wakil Bupati Aceh Besar Drs. Syukri A. Jalil; Sekda Aceh Besar Bahrul Jamil, S.Sos.; mantan Menteri PAN-RB Azwar Abubakar; Sekretaris FORSIAR Zahrol Fajri; mantan Bupati Aceh Sayuti Is; Direktur Bank Aceh Fadhil Ilyas, S.H., M.H.; Regional CEO BSI Aceh Saiful Musadir; Wali Kota Banda Aceh; Kajari Aceh Besar; serta sejumlah anggota DPR RI, DPD RI, DPRA dan DPRK Aceh Besar.

Turut hadir Ketua ICMI Orwil Aceh Taqwaddin; Ketua Dewan Pakar ICMI Aceh Besar Prof. Dr. Mustanir Yahya, M.Sc.; tokoh pendidikan Drs. Abdul Malik Raden; mantan Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Yusni Saby; Rektor UNIDA Prof. Dr. Syafi’i Ibrahim; Dr. Silahuddin; serta sejumlah tokoh agama, akademisi, pengusaha, dan tokoh masyarakat.

Melalui Peusijuek Tokoh Aceh Rayeuk dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, FORSIAR diharapkan terus menjadi ruang silaturahmi dan kolaborasi bagi berbagai elemen masyarakat Aceh Rayeuk dalam memperkuat persatuan serta memberikan kontribusi bagi pembangunan Aceh Besar dan Aceh.

Exit mobile version