M. Nur Dilantik sebagai Ketua Komisi Komunikasi dan Media Massa ICMI Aceh Besar

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Iskandar Muda (UNIDA) Banda Aceh, M. Nur, S.I.Kom., M.I.Kom.,

Kabarnanggroe.com, BANDA ACEH – Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Iskandar Muda (UNIDA) Banda Aceh, M. Nur, S.I.Kom., M.I.Kom., resmi dilantik sebagai Ketua Komisi Komunikasi dan Media Massa Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah Aceh Besar periode 2026–2031.

Pelantikan berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026, di Auditorium Prof. Ali Hasjmy, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. Kepengurusan ICMI Aceh Besar periode 2026–2031 dipimpin oleh Prof. Dr. Muji Mulia, M.Ag. sebagai Ketua Umum.

Terpilihnya M. Nur untuk menduduki jabatan strategis tersebut menjadi bentuk kepercayaan terhadap kapasitas, pengalaman, dan kiprahnya dalam bidang komunikasi, pendidikan, media massa, organisasi, serta pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai akademisi dan Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNIDA Banda Aceh, M. Nur selama ini dikenal aktif mengembangkan kegiatan akademik, membangun kerja sama antarlembaga, dan memperluas jejaring pendidikan, baik pada tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Ia juga konsisten mendorong pemanfaatan komunikasi sebagai sarana pendidikan, pemberdayaan masyarakat, penguatan nilai-nilai keislaman, dan pembangunan perdamaian.

Jabatan sebagai Ketua Komisi Komunikasi dan Media Massa menempatkan M. Nur pada posisi penting dalam membangun citra organisasi, memperkuat hubungan dengan media, serta menyampaikan gagasan para cendekiawan Muslim kepada masyarakat secara informatif, edukatif, dan menyejukkan.

M. Nur menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Menurutnya, amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan kesungguhan dan semangat pengabdian.

“Kepercayaan ini merupakan amanah sekaligus tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Komisi Komunikasi dan Media Massa diharapkan mampu menjadi jembatan yang menghubungkan pemikiran para cendekiawan Muslim dengan kebutuhan masyarakat serta menghadirkan informasi yang mencerdaskan, menyejukkan, dan memperkuat persatuan,” ujar M. Nur.

Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi komunikasi dan media digital menuntut ICMI untuk semakin aktif menghadirkan narasi keislaman, pendidikan, dan pembangunan yang konstruktif. Oleh karena itu, sinergi dengan media massa, perguruan tinggi, pemerintah, organisasi masyarakat, tokoh agama, dan generasi muda akan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program kerja Komisi Komunikasi dan Media Massa.

Pelantikan pengurus ICMI Aceh Besar tersebut turut dirangkaikan dengan prosesi peusijuek tokoh-tokoh Aceh Besar. Tradisi tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus doa agar para tokoh dan pengurus yang menerima amanah senantiasa memperoleh keberkahan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini berlangsung khidmat dan istimewa karena dihadiri oleh berbagai pejabat serta tokoh penting Aceh. Mereka yang hadir antara lain Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh, Ketua DPRK Aceh Besar, anggota DPRA dari Daerah Pemilihan Aceh I, Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar, Rektor UIN Ar-Raniry, Rektor Universitas Syiah Kuala, Rektor Universitas Iskandar Muda, Kapolres, Dandim, unsur kejaksaan, perwakilan instansi pemerintah, serta para tokoh pendidikan, agama, dan masyarakat.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa ICMI memiliki posisi penting sebagai wadah berhimpunnya para cendekiawan Muslim sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyumbangkan pemikiran, gagasan, dan program nyata bagi pembangunan daerah.

Amanah baru ini semakin memperkuat kiprah M. Nur sebagai akademisi Ilmu Komunikasi yang tidak hanya berkontribusi di lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga aktif mengambil peran dalam kehidupan sosial, keagamaan, kepemudaan, dan intelektual masyarakat Aceh Besar.

Dengan latar belakang keilmuan komunikasi dan pengalaman organisasi yang dimilikinya, M. Nur diharapkan mampu membawa Komisi Komunikasi dan Media Massa ICMI Aceh Besar menjadi lebih aktif, terbuka, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kepengurusan ICMI Aceh Besar periode 2026–2031 diharapkan dapat melahirkan berbagai gagasan dan program kerja inovatif serta menjadi kekuatan intelektual dalam mendukung terwujudnya Aceh Besar yang religius, maju, harmonis, dan berdaya saing.(*)

Exit mobile version