Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Pemerintah Aceh diminta serius membantu kelangsungan pemusatan latihan atlet cabang olahraga selancar ombak sebagai persiapan meraih prestasi pada PON XXI/2024 Aceh – Sumatera Utara.
Para atlet selancar ombak Aceh yang dipersiapkan menghadapi PON XXI, tetap serius menjalani latihan pasca penghentian sementara pemusatan latihan daerah (Pelatda) yang dilaksanakan KONI Aceh.
Pelatda sentralisasi dan desentralisasi yang dilaksanakan KONI Aceh, dimulai 15 Februari dan telah berakhir 15 Juli 2023. Pelatda tidak berlanjut atau berhenti sementara, karena ketiadaan anggaran.
“Atlet kita tetap latihan serius setiap hari selama sepekan seperti saat Pelatda, kecuali hari minggu libur,” ujar seorang pelatih selancar ombak Aceh, Deri Setiawan kepada kabarnanggroe.com, Selasa (5/9/2023).
Deri menyebutkan, Pengurus Provinsi Persatuan Selancar Ombak Indonesia (Pengprov PSOI) Aceh menanggulangi biaya kegiatan latihan agar pemusatan latihan atlet tetap berjalan pasca penghentian Pelatda. PSOI Aceh membayar honor pelatih dan memberi uang saku atlet.
“Atlet tidak mungkin dan lucu kalau berhenti berlatih. Karena itu, mau tidak mau Pengprov PSOI Aceh membiayai latihan atlet,” ujar Deri yang didampingi seorang pembina selancar ombak Aceh, T Ayatullah Bani Baet.
Apalagi, sebut Deri, performa dan prestasi atlet-atlet selancar ombak Aceh yang dipersiapkan ke PON sedang bagus-bagusnya serta terus naik. “Lucu kalau frekwensi latihan menurun dan berhenti,” katanya.
Catat Prestasi Cemerlang
Selancar ombak Aceh telah mencatat sejumlah prestasi cemerlang di tingkat nasional dan internasional dalam setahun terakhir ini, berawal juara umum kejuaraan nasional (Kejurnas) di Pantai Pererenan, Canggu, Bali, 4 -5 Oktober 2022 dengan meraih dua medali emas, satu perak dan satu perunggu.
Prestasi berlanjut dan meningkat, pada turnamen internasional yang bertajuk “International Surfing Open tourism” di Pantai Kuta, Kuta, Badung, Bali, 30 Juni – 2 Juli 2023, meraih dua medali emas.
Meraih satu medali emas, satu medali perunggu pada kejuaraan Asian Surfing Championship (ASC) Maldives, di Kaafu atoll Thulusdhoo, Maladewa, 8 -17 Juli 2023. Medali itu dipersembahkan Dhany Widianto dan Dhea Natasya.
Melihat prestasi yang terus mengalami progres, selancar ombak sangat menjanjikan meraih medali emas pada PON XXI/2024. “Target kita meraih dua medali emas pada PON Aceh-Sumatera Utara,” ujar Deri.
Ia menjelaskan, ada enam atlet yang dipersiapkan ke PON, yang sebelumnya telah menjalani Pelatda sentralisasi yaitu Dhany Whidianto, Dhea Natasya Novitasari, Arip Nurhidayat, Dhia Izhar dan Nisfu Syakban, Rizky Syahputra (Pelatda desentralisasi).
Para atlet selama ini berlatih di pantai Lhoknga, Aceh Besar dan sejumlah pantai lainnya di Aceh yang ditangani tiga pelatih yaitu Deri, Zulfadli dan Haikal. “Kita latihan juga melihat serta tergantung ombak. Seorang atlet kita saat ini juga sedang berlatih di Srilangka, Banglades,” katanya.
Akomodir Kebutuhan Atlet
Untuk itulah ia meminta Pemerintah Aceh mengakomodir kebutuhan semua latihan atlet – mulai peralatan, akomodasi, konsumsi dan gaji – yang terus serius berlatih dan telah menunjukkan prestasi di tingkat nasional dan internasional.
Katanya, Pemerintah Aceh harus serius untuk bisa meraih sukses prestasi dan penyelenggaraan PON. Apalagi selancar ombak diperlombakan di Aceh, peluang besar menggapai prestasi, sehingga perlu keseriusan.
Untuk sementara Pengprov PSOI Aceh bisalah menanggulangi biaya latihan, tetapi Pemerintah Aceh harus segera memberikan perhatian dan mengalokasikan anggaran yang lebih untuk persiapan atlet meraih prestasi pada PON XXI/2024.
“Atlet selancar ombak lagi semangatnya latihan yang perlu dukungan dari Pemerintah Aceh,” katanya. (Sdm).

