Dosen Poltekkes Kemenkes Aceh Latih Warga Aceh Barat Olah Buah Nipah Jadi Produk Makanan dan Minuman

Kabarnanggroe.com — Aceh Berat — Tim dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh menggelar pelatihan pengolahan buah nipah menjadi berbagai produk pangan fungsional di Balai Desa Cot Darat, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengusung tema Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengolahan Buah Nipah Menjadi Berbagai Produk Pangan Fungsional. Pelatihan diikuti 30 peserta yang terdiri atas anggota TP-PKK gampong, masyarakat calon pelaku usaha, pelaku usaha mikro (Chang Nipah) dari Desa Suak Timah, serta alumni Jurusan Gizi.

Tim dosen yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri dari Dr. Yulia Fitri, SST, Dietisien, M.Biomed., AIFO, Sastri, S.Pi., M.Pi., Dini Junita, S.Gz., M.Si., dan Susi Andayani, S.Pd., M.Pd.

Pelatihan dibuka oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Aceh Barat, Afrinda Novalia, SE., MM. Ia mengapresiasi kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh.

Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut pada masa mendatang.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Cot Darat Zulkarnaian, S.Pd. Ia berharap Tim Poltekkes Kemenkes Aceh dapat terus memberikan pendampingan kepada masyarakat melalui program-program lanjutan sehingga hasil pelatihan dapat dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Yulia Fitri, menjelaskan bahwa penelitian mengenai buah nipah telah dilakukan sejak 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah nipah tidak hanya mengandung zat gizi makro, tetapi juga kaya vitamin C serta senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan, terutama dalam membantu menurunkan kadar gula darah.

Berangkat dari hasil penelitian tersebut, tim mengembangkan inovasi pemanfaatan buah nipah menjadi berbagai produk pangan yang memiliki nilai tambah dan nilai ekonomi lebih tinggi.

Melalui pelatihan ini, masyarakat dibekali pengetahuan dan keterampilan mengolah buah nipah menjadi berbagai produk, seperti dodol, manisan, puding, sirup, dan tepung. Produk-produk tersebut diharapkan dapat menjadi peluang usaha baru sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal.

Selama pelatihan, peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Selain menerima materi, mereka juga mengikuti praktik langsung pembuatan berbagai olahan buah nipah, dilanjutkan dengan pemaparan hasil produk dan diskusi kelompok.(*)