Kabarnanggroe.com, Jakarta — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa tunjangan hari raya (THR) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun ini akan dicairkan penuh. Pernyataan ini disampaikan Sri Mulyani kepada media usai menghadiri Mandiri Investment Forum di Jakarta pada hari Selasa.
“Sesuai keputusan Presiden, THR akan dicairkan 100 persen,” ujar Sri Mulyani.
Hingga saat ini, proses pencairan THR masih dalam upaya oleh Kementerian Keuangan. Sri Mulyani mengungkapkan bahwa rencananya THR akan cair 10 hari sebelum hari raya Idul Fitri.
“Proses pencairan THR sedang berjalan dan sedang kami selesaikan, diharapkan bisa dibayarkan 10 hari sebelum Idul Fitri. Namun, hal ini akan terus kami update, mengingat bulan puasa juga belum dimulai,” tambah Sri Mulyani.
Sebelumnya, Sri Mulyani telah melaporkan kepada Presiden Joko Widodo mengenai persiapan pembayaran THR dan gaji ke-13 bagi ASN agar dapat diterima sebelum Hari Raya Idul Fitri. Pemerintah sedang menyusun rancangan peraturan pemerintah (RPP) yang mengatur besaran THR dan gaji ke-13 untuk ASN, TNI, dan Polri.
Menurut keterangan resmi dari Kementerian Keuangan, komponen THR tahun 2023 terdiri dari pembayaran sebesar gaji pokok atau pensiunan pokok ditambah dengan tunjangan yang melekat, termasuk tunjangan keluarga, tunjangan pangan, serta tunjangan jabatan struktural/fungsional/umum lainnya, dan 50 persen tunjangan kinerja per bulan bagi yang mendapatkannya.
Pada tahun 2023, pembayaran THR dan gaji ke-13 juga diberikan kepada guru dan dosen yang tidak menerima tunjangan kinerja atau tambahan penghasilan. Mereka akan mendapatkan 50 persen tunjangan profesi guru dan 50 persen tunjangan profesi dosen.
Sri Mulyani menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan yang pertama kali dilakukan, dan merupakan bagian dari instrumen dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 yang telah dirancang sebelumnya.






