Akses Desa di Ketambe Agara Mulai Pulih, Penemuan Jenazah Bertambah

Salah satu desa terdampak banjir di Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, beberapa waktu lalu. FOTO/ DISKOMINFO AGARA

Kabarnanggroe.com, Kutacane – Akses menuju desa-desa terdampak banjir di Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, mulai berangsur pulih setelah banjir besar melanda kawasan itu pada 25–28 November 2025. Perbaikan jalur ini menjadi titik penting dalam mempercepat penanganan darurat, terutama untuk distribusi logistik dan pencarian korban yang hingga kini masih dilakukan.

Kecamatan Ketambe menjadi salah satu lokasi dengan dampak paling serius. Sejumlah desa sempat terisolasi total. Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan relawan kini dapat kembali mencapai beberapa desa yang sebelumnya terputus.

Akses, Bener Papah, dan Jambur Lak-lak telah terbuka melalui jalur jembatan gantung di desa Lawe Beringin, meskipun kendaraan hanya dapat melintas perlahan karena jalan masih dipenuhi lumpur dan material kayu. Serta di desa Lawe Penanggalan diperkirakan esok Minggu 30 November akses jalan tersebut dapat dilalui oleh kendaraan roda dua.

Meski sejumlah wilayah mulai pulih, Desa Rumah Bundar, satu-satunya akses untuk membawa logistik ditempuh melalui Along-Along melewati jalan pergunungan yang dibuka oleh warga setempat, sementara jaringan komunikasi dan listrik masih terputus. Warga masih membutuhkan bahan pokok, air bersih, dan obat-obatan.

Selain itu, satu jenazah yang sebelumnya tidak teridentifikasi kini berhasil dikenali sebagai Jafar Sidik (51), warga Desa Alam Gumpang Lempuh, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues. Identitas ini dipastikan setelah keluarga mengenali ciri fisik dan pakaian korban.

BPBD juga mengonfirmasi bahwa jenazah yang sebelumnya disebut sebagai Suryanto bukan korban banjir terbaru. Keluarga menyampaikan bahwa Suryanto telah meninggal enam bulan lalu dan diperkirakan jasadnya terbawa arus banjir dari lokasi pemakaman.

BPBD Aceh Tenggara menegaskan bahwa upaya pemulihan akses, pendistribusian bantuan, dan pencarian korban terus dilakukan. Tiga exkavator tambahan juga dikerahkan BPJN guna membuka jalur dan membersihkan material banjir.

Petugas kesehatan juga turun ke desa-desa untuk memantau kondisi warga, terutama anak-anak dan lansia, serta mendirikan 10 posko kesehatan diwilayah terkena banjir. Dinas Sosia juga membuka satu dapur umum.

Pemerintah daerah mengimbau warga tetap waspada karena potensi hujan dengan intensitas tinggi masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Sebagai tambahan, hingga saat ini jenazah yang ditemukan masih berjumlah 10 identitas. Banjir yang melanda di kabupaten ini juga berdampak di sektor pertanian, sekitar 449,54 Hektare lahan petani. Dan hingga kini, total warga yang mengungsi tercatat sebanyak 399 KK dan 891 Jiwa.

Data tersebut diterima Dinaskominfo Aceh Tengara dari Posko Komando BPBD pada Sabtu, 29 November 2025 pukul 21.30 Wib. Data ini bersifat sementara dan dapat berubah sembari menunggu pendataan terbaru dari intansi atau pihak terkait setiap harinya.(Ilyas/*)