Dr. Aripin Ahmad Pimpin PERSAGI Aceh 2025–2030, Perkuat Kolaborasi Percepatan Penurunan Stunting

Kabarnanggroe.com, BANDA ACEH — Dr. Aripin Ahmad, S.Si.T., M.Kes., Dietisien, AIFO, resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Ahli Gizi Indonesia (DPD PERSAGI) Provinsi Aceh periode 2025–2030. Pelantikan berlangsung di Banda Aceh, Selasa (1/9/2026), dan turut dirangkai dengan Seminar Nasional tentang penguatan inovasi dan kolaborasi dalam percepatan penurunan stunting.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP PERSAGI, Ir. Dody Izwardi, B.Sc., M.A., Ph.D., bersama 45 pengurus DPD PERSAGI Aceh. Prosesi tersebut merujuk pada Surat Keputusan DPP PERSAGI Nomor 774/DPP-PERSAGI/SK/XII/2025 tanggal 9 Desember 2025. Dalam kepengurusan baru tersebut, Dr. Yulia Fitri, SST., M.Biomed., Dietisien, AIFO dipercaya sebagai Sekretaris DPD PERSAGI Aceh, sedangkan Pipit Riany, S.Si.T., MKM., menjabat sebagai Bendahara.

Dalam arahannya, Ketua Umum DPP PERSAGI menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, peningkatan kompetensi, serta kontribusi organisasi profesi dalam menjawab berbagai persoalan gizi masyarakat. PERSAGI Aceh diharapkan mampu memperkuat peran ahli gizi dalam pembangunan kesehatan melalui praktik profesional, riset berbasis bukti, advokasi kebijakan, dan kolaborasi lintas sektor.

Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Nasional bertajuk “Penguatan Inovasi, Bukti Ilmiah, dan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Percepatan Penurunan Stunting Berkelanjutan.” Seminar menghadirkan tujuh narasumber dari unsur organisasi profesi, akademisi, pemerintah, praktisi kesehatan, serta pakar internasional dari Malaysia. Berbagai isu dibahas, mulai dari kebijakan penurunan stunting, praktik baik dari Malaysia, tren stunting di Aceh, peran ASI dan mikrobiota usus, faktor determinan stunting, pemanfaatan lembaga adat, hingga standar gizi dan keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis.

Sebagai ketua terpilih, Dr. Aripin Ahmad membawa visi “Menjadi Organisasi Profesional di Bidang Gizi yang Mandiri dan Terpercaya untuk Mewujudkan Generasi Emas Aceh Tahun 2045.” Visi tersebut akan diarahkan melalui penguatan kemandirian organisasi, peningkatan kepercayaan publik, pengembangan kapasitas profesional anggota, serta kontribusi nyata terhadap terwujudnya generasi Aceh yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing.

Dr. Aripin menegaskan bahwa PERSAGI Aceh tidak hanya berperan sebagai organisasi profesi, tetapi juga harus menjadi bagian dari solusi terhadap persoalan gizi di Aceh. Menurutnya, kompleksitas masalah stunting membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, organisasi profesi, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Tantangan gizi ke depan semakin kompleks. Karena itu, kita tidak bisa bekerja sendiri. PERSAGI Aceh akan memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan solusi gizi yang berbasis bukti dan berkelanjutan,” ujar Dr. Aripin.

Pelantikan pengurus DPD PERSAGI Aceh periode 2025–2030 dan seminar nasional tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat profesionalisme ahli gizi sekaligus memperluas jejaring kolaborasi dalam pembangunan kesehatan. Dengan semangat Mandiri dan Terpercaya, PERSAGI Aceh berkomitmen mengambil peran strategis dalam percepatan perbaikan status gizi masyarakat dan mewujudkan Generasi Emas Aceh 2045. (Herman/Ansar Salihin)