Inovasi Pangan Darurat Tahan Setahun, Satgas USK Produksi Nasi Siap Saji untuk Korban Bencana

Tim Satgas USK sedang produksi nasi siap saji untuk korban banjir, beberapa waktu lalu FOTO/ HUMAS USK

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Satuan Tugas Universitas Syiah Kuala (Satgas USK) melalui Tim Ketahanan dan Keamanan Pangan terus berinovasi dalam penyediaan pangan darurat bagi masyarakat terdampak bencana. Salah satu terobosannya adalah produksi makanan siap saji dengan daya simpan hingga satu tahun untuk memenuhi kebutuhan pangan dasar di situasi darurat.

Ketua Tim Ketahanan dan Keamanan Pangan Satgas USK, Dr. Satriana, mengatakan ketersediaan makanan siap saji menjadi kebutuhan krusial di wilayah bencana yang umumnya mengalami keterbatasan fasilitas memasak serta akses bahan pangan.

“Dalam kondisi darurat, masyarakat membutuhkan makanan yang aman, praktis dikonsumsi, dan memiliki masa simpan panjang. Itu yang menjadi fokus utama kami dalam menyiapkan pangan darurat,” ujar Dr. Satriana.

Program makanan siap saji ini awalnya dikembangkan oleh tim ahli Institut Pertanian Bogor (IPB) dan kemudian dilanjutkan oleh USK melalui skema alih pengetahuan. Tim USK telah mengikuti pelatihan mencakup proses pengolahan, pengemasan, hingga penerapan standar keamanan pangan, sehingga produksi dapat dilakukan secara mandiri dan terstandar.

Adapun menu yang diproduksi meliputi nasi uduk dan nasi liwet dengan masa simpan minimal satu tahun. Nasi uduk disajikan bersama lauk ikan teri Medan dan telur orak-arik, sedangkan nasi liwet dilengkapi ayam suwir.

“Menu dirancang agar mudah dikonsumsi tanpa memerlukan peralatan dapur, namun tetap memenuhi kebutuhan gizi dasar masyarakat,” tambahnya.

Ketua Satgas USK, Prof. Dr. Syamsidik, S.T., M.Sc., menegaskan bahwa keberlanjutan program ini merupakan hasil kolaborasi antarpenguruan tinggi dalam memperkuat sistem pangan darurat nasional.

“Melalui skema ini, produksi pangan darurat dapat dilakukan secara berkelanjutan dan terstandar. Satgas USK berkomitmen memastikan bantuan pangan selalu tersedia dan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Selain mendukung respons kebencanaan, kegiatan pengolahan dan pengemasan makanan siap saji ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, melalui proses produksi yang higienis, efisien, dan minim pemborosan pangan.(Hadi/*)