Daerah  

Ratusan Peserta Ikut Geulayang Tunang di Sibreh

Para peserta layang tunang menyaksikan momen layangan mereka pada detik-detik akhir penilaian dalam kejuaraan tersebut, di area persawahan Gampong Luthu Lamweu dan Baet Mesjid, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (1/10/2023) sore. FOTO/ WAHYU DESMI

Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Ratusan peserta mengikuti lomba geulayang tunang, yang diselenggarakan oleh Ketua DPC Partai NasDem Kecamatan Sukamakmur Aceh Besar Riski Yudisia SE. Pembukaan tunang layang dilakukan oleh Ketua DPD NasDem Aceh Besar, Furqan Firmandez, yang juga merupakan calon legislator DPRA Dapil 1 Aceh nomor urut 1, di area persawahan Gampong Luthu Lamweu dan Baet Mesjid, Sibreh Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (1/10/2023) sore.

Para peserta yang berpartisipasi dalam geulayang tunang tersebut, bersaing untuk meraih penghargaan dan hadiah. Untuk juara pertama berhak mendapatkan trofi dan uang tunai sebesar Rp 1,5 juta, untuk juara kedua juga akan mendapatkan tropy dan uang tunai sebesar Rp 1 juta. Sementara juara ketiga juga mendapatkan penghargaan berupa tropy dan uang tunai sejumlah Rp 500 ribu. Selain itu, ada juga penghargaan khusus untuk “Juara Favorit.”

Riski Yudisia menyerahkan trofi dan uang tunai terhadap juara dua dalam lomba layang tunang, di area persawahan Gampong Luthu Lamweu dan Baet Mesjid, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (1/10/2023) sore.
FOTO/ WAHYU DESMI

Usai perlombaan, penyerahan hadiah juga langsung dilakukan terhadap para juara. Penyerahan hadiah untuk juara satu diserahkan oleh Furqan Firmandez, juara dua diserahkan oleh Riski Yudisia, dan juara ketiga dan juara favorit diserahkan oleh panitia pelaksana.

Pada Kesempatan itu, Riski Yudisia yang juga merupakan caleg DPRK Dapil 4 Aceh Besar nomor urut 2 mengungkapkan, tujuan utama dari acara “tunang layang” tersebut untuk mendukung peningkatan perekonomian setempat. Acara tersebut merupakan salah satu langkah konkret yang diambil untuk memberikan dorongan terhadap ekonomi lokal.

Menurut Riski Yudisia, tunang layangan tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga sebagai cara untuk menghormati dan merawat tradisi yang telah lama ada di masyarakat.

“Kami ingin agar generasi muda tetap terhubung dengan akar budaya kami. Kegiatan seperti tunang layangan ini adalah salah satu cara yang bagus untuk menjaga tradisi ini tetap hidup,” ujar Riski.

Riski Yudisia mengatakan, tunang layang tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga momen yang menginspirasi kerjasama dan solidaritas. Hal ini tidak hanya memperkuat hubungan antar warga, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan bersatu dalam semangat kebersamaan.

“Tunang layang tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana membangun kebersamaan yang kokoh dalam masyarakat,” imbuhnya.

“Apabila terpilih menjadi anggota DPRK periode 2024-2029 nanti, lomba layang tunang ini juga akan kita jadikan sebagai agenda maupun event tahunan,” pungkas putra Sibreh itu.(WD)