Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Pengamat ekonomi Pasca Sarjana Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh Dr Amri menilai pemerintah daerah belum serius dalam mengendalikan inflasi. “Tentu tidak akan maksimal jika hanya dengan mengadakan pasar murah,” katanya, di Banda Aceh, Selasa (1/8/2023).
Ia mengatakan, sekarang saatnya pemerintah mensejahterakan rakyat, bentuknya pemerintah bisa langsung menurunkan harga sembako.
Menurutnya, selama ini pemerintah belum ideal dalam mengendalikan inflasi dari hulu ke hilir.
Pengendalian yang ditempuh bagian dari tindakan yang hanya berefek saat operasi berlangsung.
“Ibaratnya, upaya itu hanya bagaikan pemadam kebakaran saat memadamkan kobaran api,” ucap dr Amri, berharap pemerintah provinsi maupun kabupaten kota di Aceh serius mengendalikan inflasi.
Dengan mengetahui harga kebutuhan pokok untuk mencapai kesejahteraan rakyat, sekarang saatnya dikendalikan, karena kalau hanya seperti pemadam kebakaran melalui operasi pasar saja, itu belum ideal.
Pemerintah provinsi kabupaten kota khususnya terkait pengendalian inflasi saat Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pernah diminta untuk berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di daerah.
Untuk itu, Ia menegaskan dalam menjaga stabilitas harga pangan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), cukup dengan menghidupkan kegiatan bisnis dan pertumbuhan ekonomi agar masyarakat punya daya beli. “Masyarakat saat ini tidak punya daya beli, itu hal utama yang harus diutamakan,” ujar Dr Amri.
Selain itu, Dr Amri mengungkapkan bahwa dari sisi pasokan pangan, meskipun harga bahan pokok bertahan stabil, namun sampai saat ini masyarakat Aceh masih bergantung pada pasokan pangan dari Sumatera Utara. Misalnya, telur, minyak goreng, tepung dan sebahagian beras berasal dari luar daerah.
“Namun harga kebutuhan pokok bertahan stabil karena TPID bekerja maksimal mengendalikan inflasi, sekalipun melalui operasi pasar,” demikian pungkasnya.(Fajariana/Wahyu Desmi)






