Rampung Dibangun, Yahwa Minta Fasilitas Madrasah PHTC Wajib Dijaga dan Dioptimalkan

Kakankemenag Aceh Besar H Saifuddin SE meresmikan bangunan revitalisasi PHTC MIN 13 Aceh Besar di Cot Gue, Aceh Besar, Kamis (2/4/2026). Foto/ Humas Kemenag Aceh Besar

Kabarnanggroe.com, Aceh Besar – Empat madrasah di Kabupaten Aceh Besar yang mendapatkan bantuan revitalisasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) tahun 2025 telah rampung dibangun, salah satunya gedung Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 13 di Cot Gue, Aceh Besar.

Gedung tersebut diresmikan langsung Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar H Saifuddin SE, Kamis, 2 April 2026. Turut hadir Kasi Pendidikan Madrasah Suryadi dan Kasi Bimas Islam Khalid Wardana.

“Gedung ini sudah dibangun sangat bagus, maka harus dijaga dan dirawat dengan baik. Tentu juga harus dimanfaatkan dengan optimal untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” kata Saifuddin.

Tahun lalu, ada empat madrasah di Aceh Besar yang mendapat bantuan program revitalisasi sarana pendidikan keagamaan yang ditangani Kementerian Pekerjaan Umum itu. Selain MIN 13, tiga madrasah lainnya yaitu MTsN 8 Aceh Besar, MAS Asasun Najah, dan MTs Krueng Raya.

Yahwa–sapaan akrabnya, mengatakan pembangunan seluruh fasilitas madrasah bantuan PHTC tersebut telah rampung dikerjakan. Namun, baru MTsN 8 dan MIN 13 yang sudah melaksanakan serah terima secara resmi.

“Seluruh bangunan sudah selesai direvitalisasi. Namun, baru dua yang melakukan serah terima, sisanya akan menyusul sesuai dengan tahapan administrasi yang berlaku,” ujarnya.

Masing-masing madrasah menghabiskan jumlah anggaran yang berbeda-beda dalam proses revitalisasi. Seperti gedung MIN 13 Aceh Besar yang dibangun dengan anggaran hampir Rp3 miliar. Oleh karenanya, Yahwa berharap fasilitas ini mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

“Bangunan ini harus dijaga dengan baik dan dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang kegiatan pendidikan. Ini adalah investasi besar untuk masa depan generasi kita,” katanya.

PHTC merupakan salah satu inisiatif pemerintah pusat yang difokuskan pada percepatan pembangunan infrastruktur prioritas, termasuk di sektor pendidikan. Kementerian Agama mengarahkan program ini untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana madrasah, terutama di daerah-daerah yang sangat membutuhkan.

Melalui program tersebut, pemerintah berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan representatif bagi siswa dan tenaga pendidik. Revitalisasi madrasah di Aceh Besar menjadi bagian dari upaya tersebut untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan keagamaan secara merata.

“Dengan rampungnya pembangunan ini, maka kami berharap kualitas layanan pendidikan di Aceh Besar semakin meningkat dan mampu mencetak generasi yang unggul, baik dalam aspek keilmuan maupun keagamaan,” ujarnya.(Herman/*)