Daerah  

Suasana Pagi Kedua Ramadhan di Kota Banda Aceh, Jalanan Masih Sepi Dari Kendaraan

Kondisi Persimpangan BKPK, Ulee Kareng, Banda Aceh pada Minggu (2/3/2025) pagi, pukul 08.35 WIB. FOTO/MUHAMMAD NUR

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Suasana pagi pada hari kedua bulan suci Ramadhan 1446 H, Minggu (2/3/2025) pagi masih lengang dan sepi dari aktivitas. Jalanan di seputaran kota masih seperti jalan tol, hanya beberapa kendaraan yang melintas, baik roda dua maupun empat.

Sehingga, untuk melaju dari satu lokasi ke lokasi lainnya hanya butuh beberapa menit, seperti dari Ulee Kareng ke Bathoh yang biasanya sampai puluhan menit, hanya perlu lima menit.

Deretan pertokoan, khususnya cafe atau warung kopi atau warung nasi saat menyusuri Jalan Mr Mohd Hassan, Bathoh, Banda Aceh tampak tutup, sehingga suasana sepi tampak jelas.

Hal itu berbeda dengan malam hari seusai shalat tarawih, dipenuhi dengan kendaraan dan pengunjung warkop sampai jelang sahur.

Suasana jalanan juga tampak lengang, tidak ada kepadatan kendaraan pada pagi hari, apalagi bertepatan dengan hari Minggu (2/3/2025).

Sejumlah persimpangan jalan, seperti BPKP Ulee Kareng, Simpang Surabaya dan juga Jambo Tape, tidak ada antrean panjang kendaraan di depan lampu lalulintas.

Cafe di Jl Mr Mohd Hasan, Bathoh, Banda Aceh tampak tutup pada Minggu (2/3/2025) pagi. FOTO/MUHAMMAD NUR

Arus kendaraan tampak sangat lancar melaju tanpa hambatan, bahkan sejumlah kendaraan roda dua menerobos lampu merah, sangking sepinya kendaraan.

Menara pengawas yang ditempatkan di setiap sudut persimpangan, tentunya akan terus memantau arus kendaraan, apalagi pada hari sekolah, pagi hari sangat padat dengan kendaraan.

Banda Aceh yang dikenal dengan seribu warung kopi dilengkapi WiFi gratis, tetap tutup sampai sore hari atau sesudah shalat Ashar selama bulan Ramadhan.

Hal ini, tentunya berbeda dengan luar Provinsi Aceh, suasana Ramadhan tidak terlalu tampak, tetapi untuk Aceh yang sebagian besar warganya beragama Islam, bulan Ramadhan disambut dengan meriah.

Kendaraan mulai ramai di Persimpangan Surabaya, Banda Aceh pada Minggu (2/3/2025) sore. FOTO/MUHAMMAD NUR

Pada pagi hari, warga yang berprofesi sebagai pedagang makanan, tidak membuka dagangannya, baik di pertokoan ataupun pinggir jalan.

Sesuai shalat Ashar, aktivitas penjualan makanan, termasuk takzil berbuka puasa mulai dibuka dan diserbu warga yang tersebar di berbagai penjuru kota.

Sementara itu, pada malam hari, tepatnya jelang shalat Isya, warga berduyun-duyun ke masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah Isya dan tarawih yang ditutup dengan shalat witir.

Salah satu penjual takzil berbuka puasa di Jl Mr Moh Hassan, Bathoh, Banda Aceh pada Minggu (2/3/2025) sore. FOTO/MUHAMMAD NUR

Keindahan bulan suci Ramadhan sangat dirasakan oleh warga, dengan jalanan sepi dari pagi sampai jelang sore hari. Tidak ada terlihat warga yang makan dengan bebas pada siang hari, semuanya menjaga kesucian bulan Ramadhan, termasuk non-Muslim.(Muh)