Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Pengajian rutin malam Jumat di Balee Beut Meuligoe Bupati Aceh Besar, kembali digelar, Kamis (31/08/2023) malam atau malam Jumat. Kali ini, materi utama masih seputar tentang tata cara pelaksanaan shalat, sesuai dengan tuntunan Rasulullah. Seperti biasa halaqah malam Jumat itu tetap dipimpin oleh Aba Junaidi yang juga imum chiek Masjid Agung Al Munawarrah, Kota Jantho.
Halaqah rutin di Balee Meuligoe itu ikut dihadiri oleh Mayjen TNI (Purn) TA Hafil Fuddin SH SIP MH yang juga mantan Pangdam IM. Selain itu juga tuan rumah Pj Bupati Aeh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM bersama beberapa OPD, serta jamaah rutin dari Kota Jantho dan sekitarnya.
Aba Junaidi dengan langsung mempraktikkan, memberikan materi lanjutan seputar tata cara penegakan shalat, di depan sekitar 100 lebih jamaah yang memenuhi Balee Beut Meuligoe Bupati.
Karena waktu terbatas, tata laksana penegakan shalat itu baru sampai sebatas rukuk dan sujud. Karena itu akan dilanjutkan pada pengajian pekan mendatang.
Namun di penghujung halaqah, Aba Junaidi mengajak semua jamaah untuk bertaubat, atas salah dan khilaf selama ini. Karena dalam kondisi saat ini, dengan situasi yang sangat dinamis terutama mendekati eskalasi kontestasi politik, umat Islam sepatutnya waspada atas potensi khilaf yang lebih tinggi.
Karena itulah Aba Junaidi mengajak jamaah pengajian malam itu untuk senantiasa bertaubat. “Ingat, tak ada dosa yg berkekalan. Jangan malu untuk bertaubat, karena pintu taubat senantiasa terbuka. Allah tak menerima taubat Abu Lahab, Abu Jahal dan Firaun dan ajudannya Hamam, karena diucapkan saat nyawa di batas kerongkongan,” kata Aba Junaidi.
Ditambahkan, Allah Maha mengampuni segala dosa dan menerima taubat,karena Allah suka dengan taubat hambaNYA. “Berteman lah dengan ahli ibadah. Bersegeralah bertaubaat dan jangan menanti atau menundanya,” tandas Aba Junaidi.
Pada sisi lain, Imum Chiek Masjid Al Munawwarah Kota Jantho itu menambahkan, walaupun dosa sampai selangit, tetap saja ada pintu taubat bagi setiap hamba Allah, kecuali sirik, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh orang, peramal, sihir dan membelakangi perang sabil. “Bertaubatlah dari hati yang terdalam dan takut pada Allah. Dan taubat benar benar karena takut pada Allah,” pungkas Aba Junaidi.
Seperti malam malam sebelumnya, acara halaqah yang juga menjadi ajang mempererat silaturrahmi itu diakhiri dengan ramah tamah sesama jamaah sambil menikmati santapan makan minum ala kadarnya. Di penghujung acara, Pj Bupati Muhammad Iswanto selaku tuan rumah mengucapkan terimakasih kepada Aba Junaidi dan seluruh jamaah yang telah berpartisipasi dalam halaqah malam itu.(Mursal/*)






