Kabarnaanggroe.com, Banda Aceh — Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh memastikan tetap ambil bagian dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan dipusatkan di Kota Serang, Provinsi Banten, dengan puncak acara pada 9 Februari 2026.
“Kami memastikan SPS Aceh tetap hadir dan berpartisipasi dalam HPN 2026 sebagai bentuk komitmen perusahaan pers daerah terhadap pers nasional,” ujar Ketua SPS Aceh, Muktarruddin Usman, di Banda Aceh, Minggu (1/2/2026).
Muktarruddin Usman menjelaskan, pada awalnya SPS Aceh merencanakan keberangkatan sekitar 20 orang peserta untuk mengikuti rangkaian kegiatan HPN 2026. Namun, karena keterbatasan anggaran serta sejumlah kendala lainnya, jumlah peserta yang diberangkatkan diputuskan sebanyak 10 orang.
“Kami menyesuaikan dengan kemampuan organisasi, namun tetap memastikan keterwakilan SPS Aceh pada HPN 2026,” kata Muktarruddin Usman turut didampingi jajaran pengurus SPS Aceh, antara lain Arifin (CEO BrataiNews), Nazarullah (CEO NOA), Azhari Usman (CEO KontrasAceh), Barlian Erliadi (CEO Analisis), Afrizal (CEO Pena Pos), Syahril Ahmad (CEO Haba Publik) dan Kasmanuddin (CEO Latahzannews).
Ia juga menguraikan sejarah SPS yang lahir pada 8 Juni 1946, didirikan oleh tokoh-tokoh pers nasional pasca Indonesia merdeka untuk menghimpun kekuatan pers Indonesia serta mempertahankan kemerdekaan melalui peran pers.
Awalnya dikenal sebagai Serikat Penerbit Surat Kabar, SPS kemudian bertransformasi menjadi Serikat Perusahaan Pers seiring perkembangan industri media. Sebagai salah satu konstituen tertua Dewan Pers bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), SPS dan PWI kerap diibaratkan sebagai saudara kembar yang tak terpisahkan dalam sejarah dan perjalanan pers Indonesia.
Melalui momentum HPN 2026 di Banten, SPS Aceh berharap pers nasional semakin solid, profesional, serta mampu menjawab tantangan zaman di tengah dinamika industri media yang terus berubah.(Mar)






