Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Tangkapan Nelayan Paro, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar melimpah hingga dua ton ikan rambeu, tangkapan tersebut merupakan yang terbanyak dalam tahun 2025 di pantai Paro mengunakan pukat darat.
Murdani seorang nelayan mengatakan, sebagai nelayan pukat darat yang menunggu ikan yang bermain di tepi pantai agar dapat meraup keuntungannya. “Jarang sekali kita mendapatkan hasil tangkapan begitu banyak, apalagi ikan rambeu seperti ini, mungkin sekitar dua ton ada,” ungkapnya, di Gampong (red-desa) Paro Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, Jumat (31/1/2025) sore.
Menurutnya, ikan rambeu yang merupakan ikan karang sebagai pemangsa ikan-ikan kecil lainnya secara bergerombolan, jarang di jumpai di tepi pantai yang jauh dari terumbu karang agar dapat di tangkap.
FOTO/DOK MEDIA POS ACEH
Nelayan pukat darat yang terdapat di pantai Paro masih menggunakan cara tradisional sebagai mata pencaharian penduduk setempat, gotong royong dalam menarik tali pukat yang berjarak 200 meter jauhnya.
“Tadi sekitar 30 orang yang ikut menarik pukat, yang terdiri dari 13 orang anggota pukat dan di bantu oleh masyarakat sekitar, jadi mempermudah proses penarikannya,” kata Murdani.
Sempat terjadi tarik-menarik antara ikan dan nelayan yang mengakibatkan bersitegang para nelayan, karena di khawatirkan pecahnya pukat akibat tarikan ikan yang begitu banyak.
“Itupun sempat kita hentikan tarikannya akibat di tarik ikan kearah laut, karena kalau kita paksa pecah koncong pukat, makanya kita hentikan sebentar,” ujarnya. (Ilham Ramadani)
