Kabarnanggroe.com, SINGKIL – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Aceh Singkil kembali menggelar pengajian rutin Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) yang dipusatkan di Masjid Baitussalihin, Kampung Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, Jumat (30/10/2026) malam.
Kegiatan pengajian tersebut merupakan salah satu program keagamaan yang digagas PCNU Kabupaten Aceh Singkil dalam rangka memperkuat pemahaman masyarakat terhadap ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah.
Pengajian Aswaja ini rutin dilaksanakan setiap pekan, tepatnya pada Jumat malam Sabtu, setelah pelaksanaan salat Magrib berjamaah hingga menjelang masuknya waktu salat Isya.
Pada kesempatan kali ini, pengajian diisi langsung oleh Ust. Rizky Al, S.Sos, yang merupakan salah seorang dai perbatasan Aceh.
Kehadiran Ust. Rizky Al sebagai penceramah menjadi bagian dari upaya PCNU Aceh Singkil menghadirkan para dai dan ulama untuk memberikan pembinaan serta pencerahan keagamaan kepada masyarakat.
Pengajian tersebut turut dihadiri Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Aceh Singkil, Ust. Muhammad Yusuf, S.Ag, bersama sejumlah pengurus PCNU Aceh Singkil dan jamaah Masjid Baitussalihin Kampung Pulo Sarok.
Selain mengikuti pengajian, Ketua PCNU Aceh Singkil, Ust. Muhammad Yusuf, S.Ag, juga menyempatkan diri menyosialisasikan salah satu program unggulan Nahdlatul Ulama, yakni Kotak Infak Seribu Sehari (KOIN SEIBU NU).
Program KOIN SEIBU NU merupakan gerakan membangun kesadaran berinfak secara rutin melalui penyisihan sebagian rezeki setiap hari untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan umat.
Melalui program tersebut, PCNU Aceh Singkil ingin mengajak seluruh warga Nahdliyin dan masyarakat untuk membudayakan semangat berbagi, kepedulian sosial, serta memperkuat kemandirian organisasi dalam menjalankan berbagai program kemaslahatan umat.
Gerakan infak seribu sehari diharapkan dapat menjadi salah satu sarana memperkuat solidaritas dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Sementara itu, pelaksanaan pengajian Aswaja secara rutin merupakan wujud komitmen PCNU Aceh Singkil dalam memperkuat dakwah Islam yang moderat, toleran, dan berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah.
Melalui kegiatan tersebut, PCNU Aceh Singkil juga berharap hubungan silaturahmi antara ulama, pengurus NU, dan masyarakat semakin erat.
Ke depan, pengajian Aswaja diharapkan terus berkembang dan mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat sehingga keberadaan Nahdlatul Ulama semakin dirasakan manfaatnya, khususnya dalam pembinaan kehidupan keagamaan di Kabupaten Aceh Singkil.
Pengajian rutin ini sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar PCNU Aceh Singkil dalam membumikan ajaran Aswaja An-Nahdliyah serta memperkuat peran NU dalam menjaga ukhuwah Islamiyah dan membangun kehidupan masyarakat yang religius, rukun, dan harmonis.(*)
