Dispora Banda Aceh Gelar Malam Penganugerahan Pemuda Pelopor 2026

*13 Finalis Bersaing di Tiga Bidang

13 Finalis tampil pada malam puncak penganugerahan Pemuda Pelopor Kota Banda Aceh Tahun 2026. di Amel Hotel, Banda Aceh, Jumat (30/10/2026) malam. DOK/ ABDUL HADI

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banda Aceh menggelar malam puncak penganugerahan Pemuda Pelopor Kota Banda Aceh Tahun 2026. Kegiatan yang menjadi ajang apresiasi terhadap kreativitas, inovasi, dan kontribusi generasi muda tersebut berlangsung di Amel Hotel, Banda Aceh, Jumat (30/10/2026) malam.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen  Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh dalam mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan masyarakat.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Banda Aceh, Reza Kamilin, S.STP., dalam laporannya menyampaikan bahwa pemilihan Pemuda Pelopor merupakan bagian dari upaya mendukung pencapaian visi dan misi Pemerintah Kota Banda Aceh, yakni mewujudkan Banda Aceh Kota Kolaborasi.

Menurutnya, pembangunan sektor kepemudaan menjadi salah satu program prioritas Pemko Banda Aceh dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.

“Pemilihan Pemuda Pelopor ini bertujuan menjaring sekaligus memberikan apresiasi kepada generasi muda yang memiliki gagasan, karya inovatif, serta kontribusi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Reza Kamilin.

Ia menjelaskan, seleksi Pemuda Pelopor Kota Banda Aceh Tahun 2026 dilaksanakan dalam tiga bidang kepeloporan, yakni bidang agama, sosial dan budaya; bidang pendidikan dan inovasi teknologi; serta bidang pangan, sumber daya alam, lingkungan dan pariwisata.

Utamakan Kualitas dan Kontribusi Nyata

Reza menegaskan, proses seleksi Pemuda Pelopor tahun 2026 ini dilaksanakan secara ketat dengan mengacu pada petunjuk teknis yang ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia.

Setiap peserta diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan umum dan khusus sebagai bagian dari upaya memastikan kualitas calon pemuda pelopor yang mengikuti seleksi.

Menurutnya, penilaian tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, tetapi juga mempertimbangkan kapasitas, integritas, rekam jejak, serta implementasi karya yang telah dilakukan peserta di tengah masyarakat.

Selain itu, aspek kebermanfaatan, keberlanjutan program, dan dampak nyata dari kegiatan kepeloporan menjadi indikator penting dalam menentukan peserta terbaik.

“Kami tidak menargetkan jumlah peserta yang banyak karena kualitas menjadi prioritas utama. Kami ingin memastikan pemuda yang terpilih benar-benar mereka yang telah menunjukkan kiprah, karya, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat,” tegasnya.

Reza mengungkapkan, sejak dibukanya pendaftaran, sebanyak 25 pemuda mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi pada tiga bidang kepeloporan tersebut.

Setelah melalui tahapan verifikasi berkas dan seleksi administrasi, panitia menetapkan sebanyak 13 peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan untuk melaju ke babak final.

13 Finalis tampil pada malam puncak penganugerahan Pemuda Pelopor Kota Banda Aceh Tahun 2026. di Amel Hotel, Banda Aceh, Jumat (30/10/2026) malam. DOK/ ABDUL HADI

Seluruh rangkaian seleksi telah berlangsung sejak 1 Oktober 2026 dan mencapai tahapan akhir melalui malam puncak penganugerahan yang dilaksanakan pada Jumat (30/10/2026).

Untuk menjamin objektivitas, transparansi, dan kualitas hasil seleksi, Dispora Banda Aceh melibatkan sembilan dewan juri yang memiliki kompetensi dan latar belakang keahlian sesuai dengan masing-masing bidang kepeloporan.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh dewan juri yang telah bekerja secara profesional dalam melaksanakan proses penilaian. Harapannya, hasil seleksi ini benar-benar melahirkan pemuda pelopor terbaik yang mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya,” ungkap Reza.

Lebih lanjut, Reza mengatakan, hasil seleksi Pemuda Pelopor tingkat Kota Banda Aceh nantinya akan menjadi dasar untuk mengusulkan peserta terbaik mengikuti seleksi Pemuda Pelopor tingkat Provinsi Aceh.

Ia berharap ajang tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga mampu melahirkan figur pemuda inspiratif yang memiliki semangat kepeloporan, kepedulian sosial, serta kemampuan menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan di masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Dispora Banda Aceh juga ingin membangun ekosistem kepemudaan yang produktif dan kolaboratif, sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi serta memperluas dampak positif dari karya yang telah mereka hasilkan.

“Harapan kami, para pemuda pelopor ini terus mengembangkan inovasi dan karya yang bermanfaat, sekaligus menjadi motor penggerak perubahan positif dalam mendukung pembangunan Kota Banda Aceh,” pungkasnya.

Berikut 13 Finalis Pemuda Pelopor Kota Banda Aceh Tahun 2026

Bidang Agama, Sosial dan Budaya :Haifa Ghalda, Fitria Sundari, Mj Thabari, Fadhel Joeniansyah dan M. Geubry Al-Fatta.

Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Pariwisata : Zahlul Nugraha Meutuah, Rahmat Fauzi, Nur Rafiqa dan Sagti Aprilian.

Bidang Pendidikan dan Inovasi Teknologi : Ika Putri Maulidza, Ayu Wahyuni, Irfan Rahmat Ghafar dan Rafi Aulia Rambe

Ajang Pemuda Pelopor Kota Banda Aceh Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran generasi muda sebagai agen perubahan, sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi dan gerakan kepeloporan yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat  Pemerintah Kota Banda Aceh. (Hadi)

Exit mobile version