Kabarnanggroe.com, Jakarta – BPBD Kabupate Asahan segera turun ke lapangan untuk memberikan penanganan awal dengan melakukan kaji cepat dan pendataan. Selain itu, BPBD juga memberikan bantuan sembako kepada warga yang terdampak.
Pada Rabu (28/10) banjir dilaporkan telah surut dan aktivitas warga kembali normal.
Selain di wilayah Sumatra Utara, banjir juga melanda wilayah Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, tepatnya di Gampong Lhok Raya dan Gampong Cot Bayu Kecamatan Trumon Tengah.
Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Selatan pada Rabu (28/10/2026) memicu luapan air Sungai Lae Soraya dan Kruen Trumon Raya hingga membanjiri pemukiman warga.
BPBD Kabupaten Aceh Selatan segara turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat.
Dari hasil pemantauan dilaporkan tinggi air di Gampong Lhok Raya masih berpotensi mengalami kenaikan. Sebanyak 46 warga memilih mengungsi ke Kompi Brimob.
Sementara di Gampong Cot Bayu, ketinggian air di badan jalan setinggi 10 hingga 20 sentimeter. Kondisi air juga diperkirakan masih berpotensi mengalami kenaikan.
Selain banjir, kejadian baru lainnya yang dilaporkan adalah peristiwa gempa bumi. Gempa berkekuatan M6,4 mengguncang Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku pada Kamis (29/10) pukul 06.06 WIB. Pusat gempa berada di 6,34 LS dan 130.52 BT dan berpusat di laut dengan kedalaman 160 KM. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
BPBD Kabupaten Kepulauan Tanimbar melaporkan gempa tersebut tidak dirasakan oleh warga. Meski begitu BPBD dan BNPB tetap melakukan pemantau pascagempa tersebut.
Selain dua kejadian tersebut, kebakaran hutan dan lahan juga masih terjadi di beberapa wilayah, salah satunya di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Desa Wara’a, Kecamatan Lembo Rabu (28/10/2026) pukul 12.30 WITA.
Lahan seluas kurang lebih 15 hektare terbakar. Pemerintah setempat masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran tersebut.
BPBD Kabupaten Morowali Utara bersama instansi terkait segera melakukan upaya pemadaman. Di hari yang sama, api berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Menyikapi rangkaian kejadian banjir di tengah musim kemarau tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan terus memonitor informasi cuaca dari BMKG, menyiagakan Tim Reaksi Cepat, dan memastikan kesiapan peralatan serta logistik kedaruratan.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, pada periode 30 Oktober hingga 2 November 2026 Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan ringan.
Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Banten Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Sementara wilayah yang perlu siaga akan hujan lebat hingga sangat lebat adalah Provinsi Kalimantan Barat. Sementara wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang berada di Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.
Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan angin kencang diimbau untuk membersihkan drainase lingkungan, memangkas dahan pohon yang rapuh, serta memperkuat atap rumah.
Selain itu masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan mengingat kondisi kering dan angin kencang sangat mudah memicu perluasan api. Segera melapor kepada BPBD setempat apabila terjadi potensi keadaan darurat di wilayahnya (Muh/*)
