Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Ancaman narkotika tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan generasi muda, memutus harapan keluarga, dan menggerus ketahanan sosial masyarakat. Karena itu, upaya mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga.
Pesan tersebut disampaikan Anggota DPRK Banda Aceh, Irwansyah SE, saat menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Gampong Peurada, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan itu dihadiri Keuchik Gampong Peurada, perwakilan tokoh masyarakat, serta ibu-ibu PKK. Sosialisasi menghadirkan pemateri dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Lukmanul Hakim, yang memberikan edukasi mengenai bahaya narkotika dan langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat.
Irwansyah menegaskan, perang melawan narkoba tidak boleh hanya diserahkan kepada aparat penegak hukum. Ketika narkoba masuk ke lingkungan masyarakat, dampaknya dapat dirasakan hingga ke dalam rumah tangga. Karena itu, keluarga harus menjadi benteng pertama dalam melindungi anak-anak dari pengaruh penyalahgunaan narkotika.
“Jangan sampai kita baru sadar setelah anak kita menjadi korban. Pencegahan harus dilakukan sejak dini, dimulai dari rumah. Orang tua harus hadir, mendengar, mengawasi, dan membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak,” kata Irwansyah.
Menurutnya, narkoba merupakan ancaman serius yang dapat menghancurkan masa depan generasi muda. Anak-anak dan remaja harus dibekali dengan pendidikan, perhatian, serta lingkungan yang sehat agar tidak mudah terpengaruh oleh bujuk rayu penyalahgunaan narkotika.
Irwansyah juga mengajak masyarakat untuk tidak menutup mata terhadap persoalan narkoba. Kepedulian terhadap lingkungan, menurutnya, merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk menyelamatkan generasi penerus.
“Kalau kita melihat ada persoalan narkoba di lingkungan kita, jangan diam. Jangan menunggu sampai korban semakin banyak. Kita harus berani mencegah dan melaporkan melalui jalur yang tepat. Menyelamatkan satu anak dari narkoba berarti menyelamatkan satu keluarga dan masa depan generasi kita,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan P4GN membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, BNN, aparat penegak hukum, aparatur gampong, tokoh masyarakat, kaum perempuan, dan keluarga harus bergerak bersama membangun lingkungan yang bersih dan aman dari narkoba.
Sementara itu, pemateri dari BNN, Lukmanul Hakim, memberikan pemahaman kepada peserta mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika serta pentingnya deteksi dan pencegahan sejak dini. Ia menekankan bahwa masyarakat memiliki peran strategis dalam memutus mata rantai penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Sosialisasi P4GN di Gampong Peurada diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat. Sebab, melawan narkoba bukan hanya tentang menangkap pelaku, tetapi juga tentang menyelamatkan mereka yang belum menjadi korban.
Bagi Irwansyah, menjaga generasi muda dari ancaman narkoba adalah tanggung jawab bersama. Sebab, ketika sebuah keluarga kehilangan anaknya karena narkoba, yang hilang bukan hanya masa depan seorang anak, tetapi juga harapan sebuah keluarga dan masa depan masyarakat.(Mar)
