Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Pemerintah Kota Banda Aceh terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi koperasi agar semakin modern, adaptif, dan profesional dalam menghadapi dinamika ekonomi saat ini. Upaya ini dinilai penting guna memperkuat peran koperasi sebagai salah satu pilar utama perekonomian masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh, Bukhari Sufi, S.Sos., M.Si, Senin (29/6/2026), menyampaikan bahwa modernisasi koperasi menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing serta kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tersebut.
Menurutnya, koperasi tidak lagi dapat dikelola secara konvensional. Perubahan zaman menuntut adanya pembaruan dalam sistem manajemen, tata kelola, hingga pemanfaatan teknologi digital. “Koperasi harus mampu bertransformasi menjadi lembaga yang profesional, transparan, dan akuntabel. Ini menjadi kunci agar koperasi tetap relevan dan dipercaya oleh anggotanya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemko Banda Aceh melalui Diskopukmdag terus melakukan berbagai langkah konkret, mulai dari pembinaan intensif, pelatihan manajemen koperasi, hingga pendampingan dalam penerapan sistem digital. Langkah ini bertujuan agar koperasi mampu mengelola administrasi, keuangan, serta pelayanan kepada anggota secara lebih efektif dan efisien.
Selain itu, penguatan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi fokus utama. Pengurus dan pengelola koperasi didorong untuk memiliki kompetensi yang memadai, baik dalam aspek manajerial maupun pemahaman regulasi. Dengan SDM yang berkualitas, koperasi diharapkan mampu berkembang secara berkelanjutan.
Bukhari juga menekankan pentingnya penerapan prinsip tata kelola yang baik (good governance) dalam operasional koperasi. Transparansi dalam pengelolaan keuangan serta keterbukaan informasi kepada anggota menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan.
“Kepercayaan adalah modal utama koperasi. Tanpa itu, koperasi sulit berkembang. Karena itu, profesionalisme dan integritas harus menjadi landasan dalam setiap aktivitas koperasi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pemko Banda Aceh juga mendorong koperasi untuk memanfaatkan teknologi informasi, seperti sistem pencatatan digital dan aplikasi keuangan, guna meningkatkan akurasi serta kemudahan akses data. Digitalisasi ini dinilai mampu mempercepat proses layanan serta meminimalisir potensi kesalahan dalam pengelolaan.
Upaya modernisasi koperasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Koperasi yang sehat dan profesional tidak hanya memberikan manfaat bagi anggotanya, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan berbagai langkah yang dilakukan, Pemko Banda Aceh optimistis koperasi di daerah tersebut akan semakin maju dan mampu bersaing di era ekonomi digital. Transformasi menuju koperasi modern dan profesional pun diyakini menjadi fondasi kuat dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(Adv)
