Kabarnanggroe.com, Jakarta – Penantian panjang Aceh akan medali emas di Kejuaraan Nasional Tinju akhirnya tuntas. Ibnu Hiban, petinju asal Gampong (desa) Data Lampanah, Indrapuri, Aceh Besar, mempersembahkan gelar juara di kelas 80 kilogram Elite Putra pada Kejurnas Tinju Piala Menko Infrastruktur 2026 di Pluit Mall, Jakarta Utara, Minggu, 25 Oktober 2026.
Petinju Aceh pada laga di partai puncak tampil dominan. Menghadapi Amien Hardinda dari Riau, ia bermain taktis dengan pertarungan jarak dekat yang menjadi kekuatannya.
Kombinasi hook kiri-kanan khas seorang slugger beberapa kali memaksa sang lawan terdesak di sudut ring. Duel keras yang diwarnai jual-beli pukulan itu akhirnya dimenangi Ibnu melalui keunggulan angka mutlak.
Perjalanan menuju tangga juara juga dilalui dengan meyakinkan. Pada babak semifinal, Ibnu mengandaskan Reinald Nainggolan asal Lampung secara cepat.
Baru saja ronde pertama dimulai, rentetan pukulan akuratnya membuat Reinald terjatuh dan wasit menyatakan kemenangan KO untuk wakil Aceh ini.
“Alhamdulillah, Ibnu Hiban berhasil mengakhiri puasa emas Aceh di Kejurnas selama 16 tahun. Prestasi ini bukan sekadar mengembalikan kehormatan tinju Aceh di level nasional, tetapi juga menjadi modal penting untuk berburu medali emas pada PON 2028 di NTB-NTT,” ujar Ketua Pengprov Pertina Aceh Muchsalmina, MAP, yang akrab disapa Mexx, didampingi Sekretaris Umum Syarkawi Yuzan, Minggu.
Pada Kejurnas yang berlangsung, 19-25 Oktober 2026, Pertina Aceh memberangkatkan lima atlet dengan dua pelatih. Kedua pelatih tersebut adalah Mario Razura Lubis dan Rucky.
Lima atlet yang diturunkan yaitu Ibnu Hiban kelas 80 Kg, Muhammad Apriadi Tuhu Teru, (75 Kg), Dafa Farel Azmi (57 Kg), Muhammad Saidin Hamzah, (54 Kg), Adinda Friskayani, 54 Kg Elite Putri
Menurut Mexx, capaian tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan berjenjang. Tahap awal berupa pemusatan latihan mandiri di bawah Pengprov Pertina Aceh sejak April 2026, kemudian dilanjutkan pemusatan latihan daerah (Pelatda) KONI Aceh mulai Juni hingga 19 Oktober 2026.
“Latihan berkesinambungan selama hampir tujuh bulan membentuk mental, kekuatan, dan daya tahan atlet. Itu yang membuat mereka tampil lebih percaya diri di atas ring,” kata Mexx.
Ibnu sendiri merupakan putra pasangan Ismail Usman dan Salma. Ia menekuni tinju sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama hingga kini.
Secara khusus, Pertina Aceh menyampaikan apresiasi kepada KONI Aceh, Dispora Aceh, serta seluruh pihak yang telah mendukung.
“Kami berharap seluruh petinju Aceh tetap konsisten berlatih agar dapat meraih hasil maksimal pada Pra-PON dan PON mendatang, serta melahirkan Ibnu-Ibnu Hiban baru di masa depan,” tutup Mexx.(Sdm).
