Anggota DPRK Eka Rizkina Dorong Perempuan Aceh Besar Mandiri Finansial

Anggota DPRK Aceh Besar Fraksi PKS, Eka Rizkina SPd, memaparkan materi pada Sosialisasi Peningkatan Kapasitas dan Partisipasi Perempuan Bidang Politik, Hukum, Sosial dan Ekonomi yang digelar DP2KBPP dan PA Aceh Besar di Gedung UDKP Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Rabu (26/8/2026). FOTO/ ROJA

Kabarnanggroe.com, Kota Jantho — Anggota DPRK Aceh Besar Fraksi PKS, Eka Rizkina SPd, mendorong perempuan di Aceh Besar untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan membangun kemandirian, terutama dalam bidang ekonomi dan finansial.

Hal itu disampaikan Eka Rizkina saat menjadi narasumber pada Sosialisasi Peningkatan Kapasitas dan Partisipasi Perempuan Bidang Politik, Hukum, Sosial dan Ekonomi yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBPP dan PA) Aceh Besar di Gedung UDKP Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, peningkatan kapasitas perempuan tidak cukup hanya diarahkan pada kemampuan berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan politik. Perempuan juga perlu memiliki kemampuan ekonomi sehingga mampu berdiri secara mandiri, mengelola kehidupan keluarga, serta mengambil keputusan dengan lebih percaya diri.

“Perempuan harus memiliki kemandirian, terutama kemandirian secara finansial. Ketika perempuan memiliki kemampuan dan penghasilan sendiri, maka ia akan lebih percaya diri dalam mengambil keputusan dan menghadapi berbagai persoalan,” kata Eka.

Ia menjelaskan, kemandirian finansial dapat dibangun melalui berbagai cara sesuai potensi masing-masing perempuan. Di antaranya dengan mengembangkan UMKM, meningkatkan keterampilan, mengelola keuangan keluarga secara baik, serta memanfaatkan berbagai peluang ekonomi yang tersedia di lingkungan sekitar.

Eka Rizkina menilai, penguatan kapasitas perempuan penting untuk membuka ruang partisipasi yang lebih besar dalam berbagai bidang, termasuk politik. “Kalau berdasarkan regulasi, keterwakilan perempuan di parlemen itu pada dasarnya memiliki kuota 30 persen. Namun hari ini, dari 40 anggota DPRK Aceh Besar, hanya dua orang yang perempuan,” ujarnya.

Kondisi tersebut, kata Eka, menunjukkan masih adanya ruang yang cukup besar bagi perempuan untuk terlibat dalam proses pengambilan kebijakan publik. Karena itu, perempuan perlu mempersiapkan diri dengan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, keberanian dan kemampuan berorganisasi.

Ia menegaskan, perempuan tidak hanya perlu didorong untuk hadir dalam ruang politik, tetapi juga harus memiliki kapasitas yang memadai agar mampu memberikan kontribusi ketika berada di dalamnya.

“Kita sebagai perempuan juga harus memiliki kapasitas dan mampu mengutarakan ide maupun pandangannya baik dalam parlemen maupun dalam bermasyarakat,” pungkasnya.(Wahyu)

Exit mobile version