Pengurus Koperasi Harus Jaga Semangat Demokrasi Ekonomi

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Pengurus koperasi harus terus menjaga semangat demokrasi ekonomi dengan meningkatkan partisipasi anggota dalam menyampaikan pendapat dan saran. Hal ini penting dilakukan oleh pengurus koperasi agar koperasi tetap responsif terhadap kebutuhan anggota sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan anggota.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Banda Aceh, yang diwakili Kepala Bidang Koperasi Zainura, SE, M.Si menyampaikan hal itu dalam sambutannya saat membuka secara resmi Rapat Anggota Tahunan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (RAT KSPPS) Baitul Qiradh Bina Insan Mandiri (BQ Bima) di Hotel Seventeen, Banda Aceh, Sabtu (25/4/2026).

Menurutnya, penguatan sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi mesti menjadi prioritas agar koperasi mampu berkembang secara profesional dan mandiri. Dukungan anggota melalui simpanan dan aktivitas transaksi juga faktor penting dalam merawat keberlanjutan usaha koperasi.

Ia menilai, RAT menjadi momentum dalam memperkuat tata kelola dan meningkatkan kepercayaan anggota terhadap koperasi syariah. RAT juga merupakan forum tertinggi dalam koperasi yang memiliki peran penting dalam mengevaluasi kinerja dan merumuskan arah kebijakan ke depan.

“Forum RAT mempertemukan anggota yang merupakan kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Dalam rapat ini pengurus dan pengawas berkewajiban menyampaikan pertanggungjawaban kegiatan selama satu tahun buku dan rencana anggaran yang akan dibahas bersama,” ujarnya.

Atas nama Pemerintah Kota Banda Aceh ia menyampaikan apresiasi atas konsistensi koperasi dalam melaksanakan RAT. Menurutnya, keberadaan KSPPS BQ Bima tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi wadah penguatan ekonomi berbasis syariah dan kekeluargaan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus KSPPS BQ Bima, Mufti Al Mahfud, memaparkan laporan kinerja koperasi yang menunjukkan tren positif dalam dua tahun terakhir. Ia menyebutkan, peningkatan kepercayaan anggota menjadi faktor penentu pertumbuhan aset dan pembiayaan.

“Perkembangan dua tahun terakhir dari 2024 hingga tutup buku 2025, aset kita mengalami kenaikan 52,5 persen. Tahun 2024 aset tercatat Rp2,9 miliar dan pada 2025 meningkat menjadi Rp5,5 miliar. Ini menunjukkan adanya kepercayaan anggota untuk menyimpan dananya,” jelasnya.

Mufti mengungkapkan, simpanan anggota mengalami kenaikan signifikan hingga 24 persen, disertai peningkatan penyaluran pembiayaan kepada anggota yang mencapai 52 persen. Kondisi itu mendorong peningkatan pendapatan koperasi dari sektor pembiayaan pada tahun 2025.

Meski demikian, ia mengakui terdapat sejumlah tantangan, termasuk optimalisasi aset yang belum sepenuhnya produktif. “Pendapatan dari sumber pembiayaan tahun 2025 meningkat menjadi Rp411 juta, namun masih ada beberapa aset yang belum maksimal, termasuk aset jaminan dan properti yang perlu kita kelola lebih baik,” ungkapnya.

RAT dihadiri puluhan anggota, jajaran pengurus, pengawas koperasi, serta perwakilan Pemerintah Kota Banda Aceh. Hadir juga salah seorang pendiri KSPPS Bima Drs. H. M. Jamil Ibrahim, SH dan Anggota DPS Sayed Muhammad Husen.(*)

Exit mobile version