Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Akibat hujan mengguyur, pengunjung wisata pemandian Brayeun dengan sigap menuju daratan. Hal tersebut menjadi upaya pengendalian resiko wisata.
Selang beberapa menit dari guyuran hujan melanda sekitar pukul 17.25 Wib, pengunjung langsung mengosongkan pemandian yang berada di Kecamatan Leupung Kabupaten Aceh Besar, Minggu (26/2/2023) sore.
Selain itu, jumlah pengunjung tampak lebih sedikit dibandingkan dari jumlah sebelumnya di Tahun 2022. Saat dikonfirmasi, seorang pedagang di kawasan wisata itu membenarkan perihal tersebut.
Salah seorang pedagang, Masniah (45) atau yang biasa disapa Kak Nong Brayeun mengungkapkan, tempat wisata pemandian Brayeun mulai sepi pengunjung sejak beberapa pekan terakhir.
“Sudah beberapa minggu ini sepi pengunjung,” ucapnya.
Ia menceritakan, hal tersebut bermula sejak musibah banjir yang melanda di kawasan tersebut beberapa waktu lalu. Dugaan yang ada, pengunjung yang masih trauma akan kejadian itu.
Kemudian, sambung Kak Nong Brayeun, kondisi cuaca juga menjadi faktor sepinya pengunjung. Hal itu, berkaitan erat dengan peristiwa sebelumnya yang juga sempat menelan korban jiwa.
“Kondisi cuaca hujan seperti ini, sudah pasti sangat mempengaruhi jumlah pengunjung disini,” sebutnya.
Sementara itu, Pengunjung Suci Wulanda (23) mengatakan, kekhawatiran mulai timbul sejak cuaca tampak mendung, bahkan hal itu semakin meningkat saat hujan melanda. Sebab itu, pengunjung langsung berhamburan menuju daratan.
“Yang kita khawatirkan turunnya air dari gunung, jadi kita bergegas kedaratan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.
Sepakat dengan Kak Nong Brayeun, Suci Wulanda mengatakan, trauma akan kejadian beberapa waktu lalu masih membekas dibenaknya, dan hal itu menjadi alasan dalam pengambilan tindakan yang sigap meninggalkan lokasi pemandian saat hujan melanda.
Menurutnya, sistem pengawasan tempat pemandian tersebut patut diacungi jempol. Hal itu dilihat dari kesiagaan dalam pengawasan yang ada, bahkan pedagang juga turut mengawasi setiap kondisi air sungai pemandian tersebut.
Kemudian, sambung Suci Wulanda, ketika hujan mulai mengguyur, pedagang setempat dengan sigap memberikan himbauan pelarangan terhadap aktivitas berenang. Hal itu jadi poin penting dalam memberikan pelayanan keamanan terhadap pengunjung.
“Keselamatan, kenyamanan, dan kebersihan selalu jadi perhatian kami sebagai pengunjung tempat wisata,” pungkasnya.(WD)
