Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Senat Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh akan menggelar Kegiatan Simposium Sumpah Pemuda di Banda Aceh pada hari Selasa, 27 Oktober 2026 dengan tema “Merawat Persatuan NKRI Dalam Bingkai Kepemudaan Yang Reformis”. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga nilai-nilai independensi generasi muda agar tetap fokus dalam pergerakan kepemudaan sebagai pemegang amanah yang telah diwariskan secara spiritual kepada generasi muda saat ini.
Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi pemantik baru bagi aktivis-aktivis yang hari ini terpecah belah dalam gerakan kerakyatan.
Zuhari Alvinda Haris selaku Ketua Senat Mahasiswa UIN Ar-Raniry menyebutkan bahwa kegiatan “Simposium Sumpah Pemuda” bisa menjadi langkah awal bagi setiap organisasi kepemudaan di Aceh agar bisa meng-konsolidasikan isu-isu liar yang ada di Aceh dan Nasional saat ini.
“Saya berharap dengan adanya kegiatan Simposium Sumpah Pemuda ini kita bisa menghadirkan satu keputusan konkret untuk kita suarakan bersama terkait permasalahan yang ada di Aceh dan Nasional dalam bingkai yang nasionalis”. Sebutnya
Ia juga menyampaikan bahwasanya Negara hari ini terkhusus Aceh tidak kekurangan persoalan yang harus diselesaikan dengan tepat, cepat dan efektif
“ Negara kita sekarang terkhususnya Aceh tidak kekurangan Permasalahan yang harus cepat ditangani. Kita tidak menginginkan hal yang serupa di Prancis dan Italia terulang kembali di Indonesia dan Aceh ini. Hal yang sudah pernah terjadi tahun 98 kemarin jangan sampai terulang untuk kedua kalinya, dan sekarang mari kita menyatukan visi dan misi untuk bersama membahas persoalan Bangsa dan Negara yang kita cintai ini.” Sambungnya
Maka dari itu, Zuhari mengajak seluruh elemen masyarakat yang tergabung didalam LSM dan OKP serta Paguyuban dan Mahasiswa untuk berhadir dan mengikuti segala rangkaian acara ini.
“alhamdulillah kegiatan ini disambut baik dan hangat oleh beberapa OKP seperti KNPI, HMI, SEMMI, ISNU, Prima DMI, dan Paguyuban se-Aceh serta ikut membersamai untuk menyukseskan kegiatan SImposium Sumpah Pemuda”. (*)
