Prihatin Fenomena Anak Muda Sekarang, Nongkrong Tanpa Tujuan

Kabarnanggroe.com, Aceh — Umat Islam patut memperhatikan fenomena sebagian anak muda menghabiskan waktu berjam-jam nongkrong tanpa tujuan yang jelas. Nongkrong tentu saja tidak salah jika menjadi sarana silaturahmi atau berdiskusi, namun ketika waktu habis tanpa manfaat, shalat ditunda, belajar ditinggalkan, serta produktivitas hilang, maka itu suatu kerugian besar.

Ketua Ikatan Guru dan Dosen Al Washliyah (IGDA) Pusat, Ustaz Marjuan, Lc, MA menyampaikan hal itu dalam ceramah shubuh di Masjid Baitul Makmur Oman, Lampriet, Kota Banda Aceh, Sabtu (25/7/2026).

“Rasulullah saw mengingatkan bahwa di antara tanda baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat,” tegasnya.

Ustadz Marjuan, Lc, MA, menunjukkan fenomena lain adalah gaya hidup (life style) yang diukur dari penampilan. Merasa harus memiliki telepon genggam terbaru, pakaian bermerek, kendaraan yang mewah, atau tempat nongkrong yang dianggap bergengsi agar diterima lingkungan.

“Akibatnya muncul kebiasaan membeli bukan karena kebutuhan, tetapi karena gengsi. Lebih memprihatinkan lagi, sebagian mulai terbiasa menggunakan fasilitas pay later. Barang sudah dipakai hari ini, tetapi dibayar dengan utang di masa depan. Jika tidak hati-hati, seseorang akan hidup dalam beban utang hanya demi memenuhi gaya hidup,” uangkap.

Menurut dia, Islam tidak melarang kemajuan teknologi atau kemudahan transaksi, namun seorang Muslim harus mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, antara hidup sederhana dan hidup untuk pamer.

Ustaz Marjuan menambahkan, orang tua tidak cukup hanya memberi uang kepada anak, sebab anak juga membutuhkan waktu, perhatian, dan teladan. Jangan sampai orang tua sibuk mencari nafkah, sementara pendidikan anak diserahkan sepenuhnya kepada telepon genggam.

“Tidak semua anak bertumbuh dengan kehadiran seorang ayah. Ada yang kehilangan sosok ayah karena perpisahan, pekerjaan, meninggal dunia, atau karena ayah hadir secara fisik tetapi tidak hadir secara emosional,” teganya.

Pada bagian lainnya ceramahnya, Ustadz Marjuan mendorong umat Islam merenungkan firman Allah dalam Surat Ibrahim ayat 37: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman di dekat rumah-Mu yang dihormati, ya Tuhan kami, agar mereka melaksanakan shalat. Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan agar mereka bersyukur.”

Menurutnya, ayat ini bukan sekadar doa seorang ayah, tetapi merupakan gambaran bagaimana Nabi Ibrahim mendidik generasi: Pertama, memrioritas pendidikan iman, bukan kemewahan. Nabi Ibrahim meninggalkan keluarganya di lembah yang tandus, bukan karena tidak sayang, tetapi karena beliau ingin menempatkan keluarganya dekat dengan rumah Allah.

“Menariknya, doa pertama beliau bukan meminta kekayaan, rumah yang megah, atau kehidupan yang nyaman. Beliau berkata, agar mereka mendirikan shalat. Ini menunjukkan, keberhasilan anak bukan pertama-tama diukur dari banyaknya harta, jabatan, atau gelar, tetapi dari kuatnya hubungan mereka dengan Allah,” urainya.

Kedua, orang tua wajib berdoa sekaligus mendidik. Nabi Ibrahim tidak hanya berdoa. Sebelum berdoa, beliau sudah berusaha, mendidik, memberi teladan, dan mengorbankan banyak hal. “Doa tidak menggantikan pendidikan,” tegasnya.

Karena itu, ungkap Ustadz Marjuan, anak tidak akan menjadi saleh hanya karena didoakan, jika di rumah mereka tidak melihat contoh shalat, tidak mendengar Al-Qur’an, dan tidak merasakan kasih sayang orang tua. Karena itu, doa harus berjalan bersama keteladanan.

Ketiga, rezeki datang setelah ketaatan. Perhatikan urutan doa Nabi Ibrahim, pertama shalat, kedua hati manusia mencintai mereka, dan ketiga baru memohon rezeki. Hari ini banyak orang membalik urutannya.

“Yang dicari lebih dahulu adalah uang, gaya hidup, dan pengakuan manusia, sedangkan ibadah menjadi urusan nanti jika ada waktu, padahal Allah mengajarkan, keberkahan rezeki lahir dari ketaatan,” pungkasnya. (Sayed M. Husen/Jalaluddin)

Exit mobile version