Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Banda Aceh menggelar kegiatan Bedah Buku Koleksi Perpustakaan Daerah “Farid Wajdi Dalam Lensa” di Kantor Disperpusip Kota Banda Aceh, Kamis (23/10/2025).
Kepala Disperpusip Kota Banda Aceh, Cut Azharida, SH, mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk dukungan tekhnologi penguatan budaya literasi, khususnya dalam menggali pemikiran tokoh yang berpengaruh dalam dunia hukum,Pendidikan dan kebijakan public.
“Buku ini dipilih untuk dibedah karena memuat refleksi nilai-nilai kepemimpinan, integritas serta perjuangan dalam membangun pemikiran kritik yang relevan bagi masyarakat luas khususnya generasi muda,” katanya.
Menurutnya, selain mengenalkan pemikiran dan nilai-nilai kehidupan tokoh Farid Wajdi kepada masyarakat luas khususnya mahasiswa, akademisi, dan pegiat literasi. Bedah buku tersebut juga menggali makna, pesan dan refleksi intelektual yang disampaikan dalam buku sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan karakter dan budaya berpikir kritis.
“Tak hanya itu, bedah buku ini juga menumbuhkan apresiasi terhadap karya tulis biografi dan pemikiran tokoh public sebagai sumber inspirasi dan pembelajaran. Mendorong generasi muda untuk aktif menulis dan berdiskusi serta membangun tradisi membaca aktif melalui kegiatan literasi yang partisipasif,” ucapnya.
Hal lain yang juga menjadi tujuan dari bedah buku itu menguatkan sinergi antara lembaga, akademis, komonitas dan masyarakat dalam membangun ekosistem literasi yang hidup dan berkelanjutan. Peserta kegiatan bedah buku koleksi perpustakaan daerah Ini berjumlah 100 Orang, yang terdiri mahasiswa, pegiat literasi dan masyarakat umum.
Ia berharap, bedah buku tersebut dapat meningkatkan kesadaran literasi dan minat baca, diharapkan kegiatan ini mampu membangkitkan minat masyarakat khusunya generasi muda untuk lebih gemar membaca dan menjadikan Buku sebagai Sumber inspirasi dan pembelajaran. Membangun tradisi diskusi dan pemikiran kritis, melalui forum ini diharapkan tumbuh budaya diskusi yang sehat, berfikir kritis dan mampu menyampaikan gagasan secara terbuka, terstruktur.
“Menginspirasi peserta untuk menulis dan berkarya, kegiatan ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa, akademisi, maupun pegiat literasi untuk menulis, baik dalam bentuk opini, buku maupun karya ilmiah dan popular lainnya. Menumbuhkan apresiasi terhadap pemikiran tokoh bangsa, bedah buku ini menjadi sarana untuk masyarakat lebih dalam nilai-nilai, prinsip hidup serta pemikiran strategi Farid Wajdi yang dapat dijadikan teladan dan rujukan oleh berbagai kalangan,” pungkas Cut Azharida. (AMZ)
