Kabarnanggroe.com, Aceh Besar — Tenaga Profesional Baitul Mal Aceh (TP BMA), Jusma Eri, SHI, MH memaparkan optimalisasi peran Baitul Mal Gampong (BMG) harus diwujudkan melalui enam aspek utama. Pertama, memperkuat kelembagaan, SDM, struktur organisasi, dan tata kelola agar BMG mampu melaksnakan tugas secara profesional, akuntabel, dan sesuai regulasi.
Hal tersebut disampaikan Jusma Eri saat menjadi narasumber pada kegiatan Pembinaan dan Pengukuhan Baitul Mal Gampong hari kedua, yang digelar Baitul Mal Kabupaten Aceh Besar di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Kamis (23/7/2026).
Ia menjelaskan kedua, mengoptimalkan pengumpulan zakat, infak, wakaf, dan harta keagamaan lainnya melalui peningkatan partisipasi masyarakat serta sistem penghimpunan yang tertib dan berkelanjutan.
Ketiga, memastikan penyaluran dana umat dilakukan secara tepat sasaran, sesuai ketentuan syariat, dan berdasarkan data mustahik yang valid.
Keempat, meningkatkan transparansi melalui pelaporan yang tertib, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai bentuk akuntabilitas kepada masyarakat.
Kelima, mewujudkan pendistribusian bantuan secara adil, merata, dan berdasarkan skala prioritas kebutuhan masyarakat di setiap gampong.
Keenam, mengembangkan pemberdayaan ekonomi melalui program-program produktif agar mustahik tidak hanya menerima bantuan konsumtif, tetapi mampu mandiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Pada kesempatan tersebut, Jusma Eri juga memberikan masukan kepada Badan dan Dewan Pengawas Baitul Mal Aceh agar setiap Peraturan Badan yang mengatur tata kelola Baitul Mal Gampong disusun secara komprehensif dengan melampirkan pedoman atau petunjuk pelaksanaan.
Menurutnya, keberadaan pedoman tersebut akan memberikan kepastian, keseragaman, dan kemudahan bagi para pengurus Baitul Mal Gampong dalam melaksanakan tugas, fungsi, dan kewenangannya secara efektif dan akuntabel.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Baitul Mal Kabupaten Aceh Besar atas dukungan dan fasilitasi pelaksanaan pembinaan Baitul Mal Gampong dalam rangka optimalisasi pengelolaan dana umat.
“Kegiatan ini kita harapkan semakin memperkuat kapasitas BMG sebagai ujung tombak pengelolaan zakat, infak, wakaf, dan harta keagamaan lainnya secara profesional, transparan, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.*
